Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 September 2025 | 01.00 WIB

Awas Emotional Spending! Kondisi Psikologis Saat Suka Belanja Barang yang Tidak Sesuai Kebutuhan

ilustrasi berbelanja dengan mudah

JawaPos.com – Apakah kamu pernah merasa saat sedang merasa tidak baik seperti sedang merasa kecewa, sedih atau bahkan marah keinginan untuk berbelanja semakin menggebu-gebu? 

Aktivitas belanja saat ini tidak hanya perihal membeli barang dan mengeluarkan uang untuk membayarnya. Ada perasaan yang menyertai saat kita sedang melakukan aktivitas belanja. Mulai dari perasaan senang, tenang hingga sedih.

Apalagi saat ini aktivitas belanja sangat dimudahkan hanya dengan membuka aplikasi dan menggulir layar. Namun, kalau kamu pernah merasa lebih tenang setelah berbelanja padahal barang yang kamu beli itu tidak terlalu dibutuhkan ada alasan psikologi di baliknya. 

Jika kita terlalu sering membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan, maka tidak hanya uangnya saja yang terbuang sia-sia. Namun juga barangnya yang hanya berakhir menjadi sampah, dan menimbulkan masalah lingkungan.

Emotional Spending: Alasan Di Balik Suka Belanja Barang Tidak Penting

Membeli barang padahal barang yang dibeli tidak terlalu dibutuhkan bisa menjadi masalah tersendiri. Menurut laman Verywellmind, ketika membeli barang dengan dorongan emosi yang kuat, maka kita kesulitan akan berpikir jernih. 

Dengan pikiran yang tidak jernih itu, kita sulit untuk melihat bahwa barang yang akan dibeli benar-benar dibutuhkan atau tidak. 

Berbelanja dengan dorongan emosi yang kuat, misalnya merasa khawatir yang menyebabkan kita jadi tergesa-gesa dalam psikologi disebut sebagai Emotional Spending. 

Secara ilmiah, aktivitas berbelanja dapat meningkatkan pelepasan hormon dopamin. Oleh karena itu, berbelanja dapat membuat kita merasa berbahagia dan meningkatkan suasana hati seperti tenang, aman dan nyaman. 

Emotional spending tidak selamanya buruk, tapi jika terus-terusan berada dalam siklus berbelanja dengan dorongan emosi maka kita hanya akan merasakan rasa bahagia dan peningkatan suasana hati yang sesaat. 

Selain itu juga akan berdampak kepada kondisi finansial dan lebih jauh masalah lingkungan, karena menimbulkan masalah sampah baru.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore