Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 16.08 WIB

5 Kebiasaan Utama yang Selalu Dilakukan Pasangan dengan Keterikatan Aman dalam Hubungan, Menurut Psikologi

Kelima kebiasaan ini bukan hanya menjaga hubungan tetap harmonis, tetapi juga membangun ikatan emosional yang tahan lama.  Foto: Freepik - Image

Kelima kebiasaan ini bukan hanya menjaga hubungan tetap harmonis, tetapi juga membangun ikatan emosional yang tahan lama. Foto: Freepik

JawaPos.com - Setiap orang membawa “bekal emosional” ketika memasuki hubungan. Bekal ini terbentuk sejak masa kecil melalui interaksi dengan pengasuh utama—orang tua, kakek-nenek, atau siapa pun yang berperan penting dalam hidup kita.

Pola interaksi awal inilah yang kemudian dikenal dengan istilah gaya keterikatan (attachment style).

Psikologi modern mengklasifikasikan keterikatan ke dalam beberapa tipe: aman (secure), cemas (anxious), menghindar (avoidant), dan campuran.

Dari semua gaya tersebut, keterikatan aman adalah bentuk paling sehat yang memberikan pondasi kokoh dalam hubungan.

Pasangan dengan keterikatan aman biasanya memiliki rasa percaya diri, kemampuan mendengarkan, dan keterampilan komunikasi yang baik. Mereka tidak hanya mencintai, tetapi juga mampu memelihara cinta agar bertahan lama.

Dilansir dari laman Your Tango, artikel ini akan membahas lima hal utama yang selalu dilakukan pasangan dengan keterikatan aman menurut psikologi, sekaligus memberikan wawasan praktis agar Anda bisa menerapkannya dalam hubungan pribadi.

1. Mereka Mendengarkan dengan Sepenuh Hati

Mendengarkan terdengar sederhana, namun dalam praktiknya seringkali menjadi tantangan besar. Banyak orang hanya menunggu giliran berbicara, bukan sungguh-sungguh memahami apa yang disampaikan pasangannya.

Psikolog Dr. Nicole LePera menekankan bahwa pasangan dengan keterikatan aman mampu memproses emosi bersama. Mereka tidak sekadar mendengar kata-kata, melainkan juga memahami makna dan perasaan di baliknya.

Bayangkan sebuah pertengkaran kecil. Alih-alih memotong pembicaraan, orang dengan keterikatan aman akan mengambil jeda, menenangkan diri, lalu berkata:

Pendekatan ini membuat pasangan merasa diakui, divalidasi, dan didukung. Hal ini juga mencegah konflik berkembang menjadi pertengkaran besar.

Tips Praktis: Cara Melatih Diri Mendengarkan dengan Aman

  • Hindari multitasking saat pasangan berbicara.

  • Ulangi poin penting dengan kalimat Anda sendiri untuk memastikan pemahaman.

  • Fokus pada emosi, bukan hanya isi kata-kata.

  • 2. Mereka Tidak Bereaksi dengan Defensif

    Reaksi defensif adalah musuh terbesar komunikasi sehat. Orang dengan keterikatan tidak aman cenderung merasa diserang ketika pasangan menyampaikan kritik. Mereka buru-buru membalikkan percakapan agar dirinya tidak terlihat salah.

    Sebaliknya, pasangan dengan keterikatan aman mampu mengakui kelemahan tanpa merasa terancam. Mereka sadar bahwa kritik tidak selalu berarti ditolak, melainkan bagian dari upaya memperbaiki hubungan.

    Editor: Hanny Suwindari
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore