Dampak Trauma Masa Kecil terhadap Kepribadian di Masa Dewasa Menurut Pandangan Psikologi (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana pengalaman masa kecil membentuk dirimu saat ini? Banyak psikolog sudah lama memperdebatkan hal ini, tetapi satu hal yang jelas: trauma masa kecil, baik secara emosional maupun fisik, bisa meninggalkan bekas mendalam yang memengaruhi kepribadian kita hingga dewasa.
Pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go, dijelaskan bahwa, cara kita berpikir, bersikap, hingga berhubungan dengan orang lain bisa dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil, terutama jika kita pernah menghadapi tekanan, tuntutan berlebih, atau bahkan pengabaian.
Trauma ini tidak selalu terlihat jelas, tapi bisa muncul dalam berbagai bentuk. Berikut beberapa dampak nyata trauma masa kecil terhadap kepribadian yang mungkin tanpa sadar masih kamu rasakan sampai sekarang.
Baca Juga: Bangun Tidur Langsung Cek HP: Inilah 7 Kepribadian yang Menempel pada Dirimu Menurut Psikologi
1. Menjadi Perfeksionis
Apakah kamu selalu ingin segala sesuatu sempurna? Bisa jadi ini berakar dari orang tua yang menuntut standar tinggi sejak kecil. Jika nilai B dianggap gagal, hobi tidak dihargai, atau setiap pekerjaan rumah selalu salah di mata mereka, kamu mungkin tumbuh dengan rasa “tidak pernah cukup baik”. Hasilnya, perfeksionisme melekat hingga dewasa dan sering membuatmu cemas serta mudah stres.
2. Mengalami Gangguan Pola Makan
Trauma emosional juga bisa memengaruhi hubungan kita dengan makanan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anoreksia, binge eating, atau emotional eating sering berkaitan dengan masa kecil yang penuh tekanan. Bagi sebagian orang, makan menjadi cara pelarian atau satu-satunya hal yang bisa dikendalikan ketika hidup terasa kacau.
3. Bersikap Kekanak-kanakan
Trauma bisa membuat seseorang “terjebak” dalam fase kanak-kanak. Misalnya, sulit mengambil keputusan dewasa, mudah panik dengan tanggung jawab, atau kembali melakukan perilaku kekanak-kanakan seperti mencari penghiburan lewat benda-benda masa kecil. Fenomena ini disebut age regression, yang merupakan mekanisme pertahanan diri ketika menghadapi stres.
4. Memiliki Attachment Tidak Aman
Teori attachment menjelaskan bahwa cara orang tua memperlakukan kita membentuk pola hubungan di masa depan. Anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang biasanya tumbuh dengan secure attachment atau rasa aman dalam hubungan. Sebaliknya, pengabaian atau pola asuh yang tidak konsisten bisa menimbulkan tiga bentuk insecure attachment:
Anxious (cemas): merasa tidak layak dicintai, takut ditinggalkan, dan terus mencari validasi.
Avoidant (menghindar): cenderung menutup diri, merasa tidak butuh orang lain, dan sulit dekat dengan orang lain.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
