Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 20.03 WIB

Psikologi Menjelaskan: 6 Hal yang Ditunjukkan oleh Seseorang Tak Saling Mencintai Namun Tetap Memilih Bersama

Ilustrasi hal yang ditujukkan seorang tak cinta namun hidup bersama. Freepik - Image

Ilustrasi hal yang ditujukkan seorang tak cinta namun hidup bersama. Freepik

JawaPos.com - Hubungan antarmanusia itu kompleks, penuh nuansa dan seluk-beluk yang bisa membingungkan sekaligus menarik.

Maka, tak heran jika pasangan yang tak lagi saling mencintai tetapi memilih untuk tetap bersama menunjukkan beragam perilaku.

Cinta tidak selalu abadi, dan kenyataan pahitnya adalah tidak semua pasangan yang tetap bersama pasti masih saling mencintai.

Beberapa, karena berbagai alasan, memilih untuk bertahan, bahkan ketika percikan cinta telah lama memudar.

Psikologi telah memberi kita wawasan tentang fenomena aneh ini. Ada ciri-ciri umum yang sering ditunjukkan oleh pasangan yang tidak lagi saling mencintai tetapi tetap bersama.

Dalam artikel yang dilansir dari Geediting, kita akan membahas ketujuh sifat tersebut. Ini bukan penilaian atau ajakan untuk bertindak, melainkan sebuah observasi yang didukung oleh penelitian psikologis.

Jujur saja, sensasi hubungan baru memang sedang hangat-hangatnya. Namun seiring berjalannya waktu, sensasi awal itu memudar, tergantikan oleh rasa nyaman dan keakraban yang mendalam.

Bagi pasangan yang tak lagi saling mencintai, kenyamanan ini sering kali menjadi pilar utama hubungan mereka.

Percikan api cinta mungkin telah padam, tetapi kebersamaan tetap terjalin. Psikologi menunjukkan bahwa pasangan seperti itu lebih menghargai stabilitas dan prediktabilitas hubungan mereka daripada pasang surut emosi yang terkait dengan cinta yang penuh gairah.

Itu seperti memilih jalan yang sudah biasa dilalui dibandingkan jalan yang belum dijelajahi, bukan karena jalan itu mengasyikkan atau memuaskan, tetapi semata-mata karena jalan itu sudah dikenal dan aman.

Bagi siapapun yang melihatnya dari luar, hubungan semacam itu mungkin tampak kurang bergairah atau kurang mendalam secara emosional.

Namun, bagi mereka yang menjalaninya, kenyamanan dan keakraban ini dapat memberikan rasa aman yang melebihi kebutuhan mereka akan cinta romantis.

1. Meningkatnya Konflik

Bukankah menurutmu pasangan yang sudah tidak lagi saling mencintai akan mengalami lebih sedikit konflik?

Lagipula, bukankah hubungan yang penuh gairah dan berapi-api itu dikenal dengan pertengkarannya yang penuh gejolak?

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore