
Psikolog Ungkap Sisi Tersembunyi Orang Perfeksionis, dari Kebiasaan Unik Hingga Dampak Emosional (Freepik)
JawaPos.com – Pernah bertemu orang yang selalu ingin segala sesuatu berjalan sempurna? Entah itu dalam pekerjaan, hubungan, atau hal kecil sehari-hari, mereka dikenal sebagai pribadi yang perfeksionis. Perfeksionisme kerap dipandang sebagai kelebihan, namun sebenarnya sifat ini menyimpan kebiasaan unik yang menarik sekaligus berisiko bagi kesehatan mental.
Menurut penjelasan psikolog klinis Jiemi Ardian di akun TikTok pribadinya, perfeksionisme bukan hanya tentang standar tinggi. Lebih dari itu, perfeksionis cenderung memiliki pola pikir kaku, sulit menerima kesalahan, serta sangat kritis terhadap diri sendiri maupun orang lain. “Perfeksionis biasanya terus merasa apa yang dikerjakan belum cukup baik, meski orang lain sudah menilai sebaliknya,” jelas Jiemi.
Hal ini selaras dengan ulasan kanal Greatmind yang membahas akar psikologis perfeksionisme. Perfeksionisme sering kali terbentuk sejak masa kecil, terutama dari lingkungan yang menekankan pencapaian. Anak-anak yang terbiasa mendapatkan validasi hanya ketika berhasil, cenderung tumbuh dengan keyakinan bahwa kegagalan adalah hal yang memalukan.
Kebiasaan Unik yang Dimiliki Perfeksionis
Psikolog dari Dinamis Biro Psikologi menjelaskan bahwa orang perfeksionis memiliki sejumlah kebiasaan khas yang membedakan mereka dari orang lain. Misalnya:
Membuat daftar panjang sebelum bertindak. Perfeksionis jarang mengambil langkah spontan. Semua hal perlu dipetakan agar hasil sesuai ekspektasi.
Mengoreksi hal-hal kecil berulang kali. Entah ejaan dalam dokumen atau detail dalam pekerjaan, perfeksionis bisa menghabiskan waktu lama hanya untuk hal sepele.
Cenderung sulit mendelegasikan tugas. Karena ingin hasil sesuai standar pribadi, mereka lebih memilih mengerjakan sendiri.
Sulit merasa puas. Meski sudah mendapat pujian, mereka tetap merasa belum cukup baik.
Mudah menunda pekerjaan. Ironisnya, karena terlalu takut salah, perfeksionis kadang menunda memulai sesuatu.
Kebiasaan ini diungkap pula oleh akun TikTok @putrithan. Ia menyebut perfeksionis sering terjebak dalam lingkaran overthinking yang menguras energi. “Perfeksionis bukan berarti rajin terus-menerus, tapi bisa jadi justru sering menunda karena takut gagal,” ujarnya.
Dampak Positif Perfeksionisme
Meski sering terdengar negatif, perfeksionisme juga memiliki sisi positif. Orang dengan sifat ini biasanya:
Teliti dan detail dalam bekerja.
Memiliki dedikasi tinggi untuk mencapai hasil terbaik.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
