
Wanita dengan tangan di belakang. (Pexels)
JawaPos.com – Di tengah keramaian, kadang kita melihat seseorang berjalan pelan dengan kedua tangan disilangkan di belakang punggung. Gerakannya tenang dan tidak tergesa.
Gestur ini mungkin tampak sederhana, bahkan tidak disengaja. Namun, dalam psikologi, posisi tangan saat berjalan bisa menyampaikan pesan nonverbal yang kuat.
Bahasa tubuh, seperti ini, sering kali mengungkap lebih banyak daripada apa yang dikatakan seseorang secara langsung.
Melansir dari laman The Expert Editor, Rabu(10/9), dalam artikel ini akan mengulas 6 perilaku khas yang cenderung melekat pada mereka yang memiliki kebiasaan ini.
Saat tangan Anda diletakkan di belakang atau di samping tubuh, Anda cenderung tidak melakukan gerakan gelisah, seperti menggaruk, memainkan ponsel, atau menyentuh wajah.
Semakin sering seseorang melakukan gerakan ini, semakin terlihat bahwa ia sedang gugup. Sebaliknya, orang yang mampu mengurangi gerakan tersebut cenderung terlihat lebih tenang, stabil dan tampak percaya diri.
Untuk membantu mengurangi kecenderungan tersebut, cobalah seperti meletakkannya di belakang tubuh saat berjalan atau di samping saat berdiri. Ini dapat membuat Anda terlihat lebih tenang dan meyakinkan, terutama dalam situasi yang penuh tekanan.
Meletakkan tangan di belakang punggung membantu membuka dada dan membuat postur tubuh lebih tegak tanpa terlihat kaku.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa postur tubuh seperti ini sering dikaitkan dengan perasaan berkuasa dan membuat orang lain melihat kita sebagai pribadi dengan status lebih tinggi.
Karena itu, postur ini memberi kesan tenang dan percaya diri, seperti sosok pemimpin yang kalem.
Meletakkan tangan di belakang punggung membantu Anda menahan diri dari terburu-buru untuk berbicara. Postur ini mencerminkan kewaspadaan dan kontrol diri, menunggu waktu yang tepat untuk bertindak.
Penelitian menunjukkan bahwa cara seseorang bergerak dapat memberi kesan tertentu, seperti apakah mereka teliti atau agresif, meskipun konteks tetap memengaruhi penilaian itu.
Orang yang berjalan dengan tangan di belakang sering kali tampak seperti pengamat yang tenang dan bijaksana. Mereka cenderung mendengarkan dulu, lalu menyampaikan satu atau dua pertanyaan tajam yang menunjukkan pengamatan mendalam.
Menyilangkan lengan atau memeluk benda di dada bisa menciptakan kesan tertutup dan menjaga jarak. Sebaliknya, meletakkan tangan di belakang membuat tubuh terlihat lebih terbuka dan memberi kesan ramah.
Gerakan ini membuat orang merasa nyaman dan dihargai dalam berinteraksi. Dalam psikologi sosial, postur terbuka seperti ini membantu membangun suasana yang kooperatif dan menenangkan.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
