Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 September 2025 | 22.07 WIB

4 Kesalahan Umum yang Membuat Hidup Sulit Bahagia, Menurut Para Ahli

 

Mencari kebahagiaan sering terasa sulit, padahal kuncinya ada pada diri sendiri, bukan faktor luar semata.

JawaPos.com - Mencari kebahagiaan sering kali terasa seperti sebuah perjuangan panjang. Tidak heran, ada begitu banyak buku, majalah, hingga situs self-help yang menawarkan berbagai cara agar kita bisa merasa bahagia. 

Namun, menurut para ahli, justru ada kesalahan umum yang sering dilakukan orang saat mengejar kebahagiaan dan inilah yang membuat kebahagiaan itu tak pernah benar-benar tercapai.
 
Banyak orang menganggap kebahagiaan hanyalah satu emosi yang muncul dari faktor luar: pengalaman indah, hadiah, atau kebersamaan dengan orang-orang terkasih. Padahal, kebahagiaan sejati lebih dalam dari sekadar perasaan senang. Ia adalah pilihan dan kesadaran yang perlu dijaga setiap hari.
 
Dilansir dari Your Tango, ada empat kesalahan besar yang kerap dilakukan orang yang terus mencari kebahagiaan namun tak kunjung menemukannya.
 
 
1. Mengira Satu Tujuan Bisa Mengubah Segalanya
 
Banyak orang berpikir bahwa pencapaian tertentu seperti menurunkan berat badan atau meraih promosi kerja akan membuat hidup mereka otomatis lebih baik. 
 
Padahal, menurut Martha McGinnis, seorang pelatih dan pembicara, yang sebenarnya dicari adalah hubungan hangat, kesehatan, citra diri positif, dan penerimaan diri.
 
Tanpa mengatasi rasa bersalah dan belajar berbelas kasih pada diri sendiri, kebahagiaan tidak akan pernah benar-benar hadir, bahkan setelah tujuan itu tercapai.
 
2. Percaya Hubungan Cinta Akan Selalu Membawa Bahagia
 
Memiliki pasangan memang bisa membuat hidup lebih berwarna. Namun, Kelly Rudolph, pendiri Positive Women Rock, menegaskan bahwa hubungan dengan orang lain tidak bisa menjadi sumber kebahagiaan utama.
 
Alasannya, terlalu banyak faktor dalam diri pasangan yang berada di luar kendali kita. Sebaliknya, hal yang lebih penting adalah membangun hubungan sehat dengan diri sendiri memahami nilai, mimpi, dan batasan yang membuat kita kuat serta percaya diri.
 
3. Membiarkan Emosi Mengendalikan Kebahagiaan
 
Emosi hanyalah sebuah indra yang memberi informasi, sama seperti melihat atau mendengar. Menurut Cheryl Gerson, seorang terapis berlisensi di New York, kebahagiaan tidak ditentukan oleh seberapa positif kita berpikir.
 
Yang terpenting adalah menerima bahwa hidup memiliki naik-turun. Kesedihan, kehilangan, atau rasa takut adalah bagian normal dari perjalanan hidup. Justru penerimaan inilah yang akan membuat hidup lebih seimbang dan bahagia.
 
4. Menunggu Kebahagiaan Datang Sendiri
 
Kesalahan terakhir adalah berpikir dengan pola jika-maka. "Jika saya dapat promosi, jika saya punya gadget terbaru, jika minggu depan lebih baik, maka saya akan bahagia."
 
Menurut Dr. Maxine Langdon Starr, cara berpikir ini ibarat mengejar pelangi yang ujungnya tak pernah bisa digapai. Sebaliknya, kebahagiaan yang nyata datang dari mengelola pikiran, perasaan, dan tindakan kita sendiri, lalu meluas ke aspek luar yang lebih sulit kita kendalikan.
 
Kebahagiaan bukanlah hadiah yang datang dari luar, melainkan hasil dari kesadaran, penerimaan, dan hubungan sehat dengan diri sendiri. 
 
Dengan menghindari empat kesalahan umum di atas, kita bisa lebih dekat pada kebahagiaan sejati. 
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore