Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 19.00 WIB

Merasa Kesulitan Menjadi Dewasa? Bisa Jadi Kamu Terkena Peter Pan Syndrome, Ini Ciri-Ciri dan Penyebabnya

Ilustrasi pria dewasa yang stres saat bekerja (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi pria dewasa yang stres saat bekerja (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Peter Pan syndrome adalah istilah populer dalam psikologi untuk menggambarkan orang-orang yang kesulitan memasuki fase kedewasaan. Mereka mungkin merasa sulit menjalani tanggung jawab orang dewasa, mempertahankan hubungan yang sehat, atau bahkan terlalu merindukan masa kecil mereka. Walaupun terdengar sepele, kondisi ini bisa memengaruhi kualitas hidup dan relasi seseorang.

Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Dr. Dan Kiley melalui bukunya pada tahun 1983 berjudul The Peter Pan Syndrome: Men Who Have Never Grown Up. Kemudian, ia juga menulis buku lanjutan The Wendy Dilemma yang membahas tentang perempuan yang menjalin hubungan dengan "Peter Pan". Walau awalnya bernuansa patriarki dan berfokus pada laki-laki, kini konsep ini bisa berlaku pada semua gender.  

Penting untuk diketahui bahwa Peter Pan syndrome bukan gangguan mental resmi. Kondisi ini tidak tercatat dalam DSM-5-TR (manual resmi diagnosis gangguan mental) maupun diakui oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Meski demikian, istilah ini tetap sering digunakan untuk menggambarkan perilaku orang yang enggan atau sulit memasuki peran sebagai orang dewasa.  

Ciri-Ciri dan Karakteristik

Tidak ada kriteria resmi, tetapi beberapa tanda umum yang sering muncul antara lain:

  • Sulit berkomitmen, baik dalam pekerjaan maupun hubungan
  • Menghindari tanggung jawab dan cenderung bergantung pada orang lain.
  • Takut dikritik atau tidak bisa menerima masukan.
  • Cenderung impulsif, narsistik, dan kesulitan mengendalikan emosi.

Dalam hubungan asmara, orang dengan Peter Pan syndrome seringkali kesulitan menjaga hubungan jangka panjang. Saat hubungan menuntut komitmen lebih, mereka bisa memilih untuk menghindar atau mengakhiri hubungan tersebut.

Dalam bukunya tahun 1997, Kiley menuliskan tujuh tanda utama Peter Pan syndrome, antara lain: kelumpuhan emosional, kebiasaan menunda, tantangan sosial, penghindaran tanggung jawab, hubungan sulit dengan figur ibu maupun ayah, serta rasa takut akan penolakan dalam hubungan romantis. Meski begitu, pandangan Kiley ini dianggap kurang relevan karena terlalu terikat dengan stereotip gender.  

Apa Penyebab dan Dampaknya? 

Karena penelitian terbatas, penyebab pasti Peter Pan syndrome belum diketahui. Namun, sebagian ahli menduga pola asuh orang tua berperan besar. Anak yang terlalu dilindungi mungkin tidak terbiasa menghadapi kesulitan, sehingga ketika dewasa mereka cenderung menghindari tanggung jawab. Gejala biasanya mulai muncul pada usia 11–12 tahun dan semakin tampak saat remaja.  

Melansir dari Medical News Today, Peter Pan syndrome dapat menimbulkan masalah serius dalam hubungan romantis. Orang dengan kondisi ini sering menghindari tanggung jawab dalam rumah tangga, sehingga pasangannya (yang disebut sebagai "Wendy" dalam teori Kiley) harus mengambil alih peran seperti membayar tagihan, mengambil keputusan, hingga mengurus kebutuhan sehari-hari. Ketidakseimbangan ini bisa menimbulkan frustasi dan ketidakbahagiaan bagi kedua belah pihak.  

Dulu, tanda kedewasaan sering dikaitkan dengan pernikahan, kepemilikan rumah, dan menjadi orang tua. Kini, kondisi sosial ekonomi membuat banyak orang muda sulit mencapai "tonggak" tersebut. 

Usia menikah semakin mundur, kepemilikan rumah semakin sulit, dan peran dewasa menjadi lebih kabur. Tidak jarang, hal ini membuat mereka merasa belum benar-benar dewasa meski usia terus bertambah.  

Rasa rindu akan masa kecil atau sesekali menghindari tanggung jawab adalah hal wajar. Namun, jika seseorang terus-menerus kesulitan menjaga hubungan sehat, menghindari tanggung jawab, atau merasa hidupnya stagnan, ada baiknya berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental. 

Profesional bisa membantu memahami akar permasalahan sekaligus mencari strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan tersebut.  

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore