ILUSTRASI Psikologi modern untuk Gen Z. (Ketut Subiyanto/Pexels.com)
JawaPos.com - Disiplin Gen Z kini menjadi sorotan dalam kajian psikologi modern. Penelitian menunjukkan adanya penurunan conscientiousness, salah satu dimensi penting kepribadian yang meliputi ketekunan, tanggung jawab, dan keteraturan. Penurunan tersebut karena perubahan era digital yang kian massif.
Era digital menghadirkan kemudahan sekaligus tantangan, terutama bagi pemuda yang tumbuh dalam lingkungan yang banyak pengalihan melalui hiburan media digital. Mudahnya akses kepada hiburan tersebut membuat perubahan kepribadian anak muda.
Psikologi menekankan bahwa perubahan ini bukan sekadar masalah gaya hidup, tetapi dapat berdampak luas pada pendidikan, karier, dan kesehatan mental generasi muda.
Conscientiousness adalah salah satu dari lima dimensi utama dalam teori Big Five Personality. Individu dengan trait ini tinggi biasanya terorganisir, gigih, mampu menunda kepuasan, dan fokus pada tujuan jangka panjang. Banyak penelitian psikologi membuktikan bahwa conscientiousness lebih kuat memprediksi kesuksesan akademik maupun karier dibandingkan kecerdasan semata.
Sttudi terbaru yang merujuk pada Understanding America Study mengungkap adanya penurunan trait ini, terutama pada generasi muda. Pemuda saat ini cenderung lebih impulsif, kurang disiplin, dan sulit mempertahankan fokus.
Faktor utama yang sering dituding adalah pengalihan digital yang memberikan kepuasan instan. Pengalihan tersebut seperti gim daring hingga media sosial yang tidak terkontrol.
Riset Wilmer, Sherman, & Chein (2017) dalam Frontiers in Psychology juga menemukan bahwa penggunaan smartphone berlebihan dapat mengganggu konsentrasi, memori kerja, dan pengendalian diri.
Hidup dalam era digital membuat Gen Z memiliki akses informasi tanpa batas. Kelebihan ini membawa manfaat besar, tetapi juga melahirkan tantangan psikologis. Notifikasi yang terus berdatangan, algoritma media sosial yang adiktif, dan budaya multitasking membuat otak terbiasa dengan distraksi. Akibatnya, ketekunan menurun dan kemampuan untuk fokus dalam jangka panjang terganggu.
Penurunan disiplin ini bukan hanya masalah individu, tetapi juga berpengaruh pada dunia pendidikan dan dunia kerja. Banyak guru dan dosen mengeluhkan menurunnya kemampuan konsentrasi siswa.
Sementara di dunia kerja, perusahaan menghadapi tantangan baru untuk menumbuhkan etos disiplin, tanggung jawab, dan manajemen diri di kalangan karyawan muda.
Psikologi menunjukkan bahwa kepribadian memang relatif stabil, tetapi bukan berarti tidak bisa berubah. Roberts et al. (2006) dalam Psychological Bulletin membuktikan bahwa kepribadian dapat berkembang seiring pengalaman hidup, latihan, dan pembiasaan.
Beberapa strategi yang bisa diterapkan Gen Z untuk memperkuat kembali disiplin dan conscientiousness seperti membangun rutinitas kecil yang konsisten, mengendalikan distraksi digital, dan melatih ketekunan dengan target sederhana.
Cara membangun rutinitas kecil yang konsisten yaitu menetapkan jadwal belajar, tidur, atau olahraga. Kita dapat Mengendalikan distraksi digital seperti membatasi penggunaan media sosial dengan timer atau melakukan digital detox.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
