Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 01.04 WIB

Sering Merasa Tidak Cukup Padahal Sudah Berhasil? Berikut Fakta Seputar Imposter Syndrome yang Harus Kamu Ketahui!

Ilustrasi perempuan menolak secara halus. (Freepik)

JawaPos.com – Pernahkah kamu mengalami momen ketika orang lain memuji prestasimu, namun yang terlintas di kepala justru, “Ah, itu cuma kebetulan” atau “Aku sebenarnya nggak sepantas itu”?

Jika iya, kemungkinan besar kamu sedang bersinggungan dengan yang disebut imposter syndrome.

Fenomena ini membuat seseorang merasa tidak layak meskipun punya pencapaian nyata.

Alih-alih percaya diri, yang muncul justru keraguan dan rasa seakan semua keberhasilan hanya hasil keberuntungan.

Walau bukan gangguan medis resmi, imposter syndrome diakui para ahli psikologi sebagai pengalaman psikologis yang sangat umum.

Ketika Prestasi Tak Pernah Cukup

Beberapa orang yang sukses seperti mendapatkan beasiswa, jabatan tinggi, atau penghargaan, sering kali merasa seperti menipu orang lain. Kok bisa?

Mereka merasa pencapaian itu karena keberuntungan semata, bukan karena kemampuan diri sendiri.

Itulah esensi dari imposter syndrome, atau fenomena merasa sebagai penipu padahal yang terjadi malah sebaliknya.

Menurut McLean Hospital, fenomena ini pertama kali diidentifikasi oleh Pauline Clance dan Suzanne Imes pada 1978.

Mereka yang meneliti sekelompok wanita berprestasi tinggi. Hasilnya, meskipun berhasil, mereka percaya semua itu karena “beruntung” atau “sekadar menipu orang,” bukan kompetensi nyata.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore