Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 23.58 WIB

Sering Dibilang Lemot? Ini Alasan Psikologis Orang Bergerak Lambat yang Jarang Diketahui Banyak Orang

ILustrasi perempuan yang sedang bergerak

JawaPos.com – Pernahkah Anda bertemu seseorang yang selalu bergerak lebih lambat dibanding orang lain?

Dalam keseharian, orang yang lambat berjalan, merespons, atau menyelesaikan pekerjaan sering kali dianggap malas atau tidak efisien.

Namun, psikologi menunjukkan bahwa fenomena ini jauh lebih kompleks. Ada beragam faktor neurologis, emosional, hingga persepsi waktu yang memengaruhi kecepatan gerak manusia.

Apa Itu Kecepatan Gerak?

Kecepatan gerak manusia dapat dipahami sebagai ritme tubuh dalam merespons stimulus, baik secara fisik maupun mental. Menurut National Institutes of Health (PMC, 2017), kecepatan seseorang dipengaruhi oleh fungsi otak, kondisi saraf, serta tingkat energi yang dimiliki. Saat otak dalam kondisi lelah, proses pengolahan informasi menjadi lebih lambat sehingga berdampak pada gerakan tubuh.

Mengapa Ada Orang yang Bergerak Lebih Lambat?

Menurut Psychology Today (2011), perasaan waktu berjalan lambat atau cepat dipengaruhi oleh keadaan psikologis. Orang yang sedang stres atau depresi cenderung merasakan waktu lebih lambat, sehingga tubuhnya pun merespons dengan ritme lebih pelan.

Studi dari Universitas Michigan (2020) juga menyebutkan bahwa semakin bertambah usia, persepsi waktu akan berubah. Orang dewasa sering merasa waktu berjalan lebih cepat dibanding anak-anak. Sebaliknya, pada beberapa kasus, individu dengan kelelahan otak justru mengalami perlambatan kognitif yang berdampak pada kecepatan gerak fisik.

Apa Hubungannya dengan Kondisi Mental?

Primaya Hospital menjelaskan bahwa tanda otak lelah dapat terlihat dari tubuh yang melambat, sulit fokus, hingga mudah kelelahan. Kondisi ini membuat seseorang tampak bergerak lebih lambat dibanding biasanya.

Lebih jauh, psikologi juga mengaitkan kebiasaan bergerak lambat dengan kondisi mental tertentu. Misalnya, individu dengan gangguan kecemasan atau depresi bisa mengalami penurunan energi signifikan sehingga tubuh terasa berat untuk bergerak cepat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore