Golongan darah sering dikaitkan dengan kepribadian (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda mendengar anggapan bahwa orang dengan golongan darah A cenderung perfeksionis, sedangkan golongan darah O dikenal percaya diri dan ekstrovert?
Kepercayaan ini populer di Jepang, Korea Selatan, hingga Indonesia, dan bahkan sering dijadikan bahan obrolan sehari-hari. Namun, pertanyaannya, benarkah golongan darah berpengaruh terhadap kepribadian?
Apa yang Membuat Isu Ini Menarik?
Fenomena ini pertama kali populer di Jepang pada 1930-an dan terus berkembang hingga kini. Banyak orang percaya bahwa golongan darah bisa menjadi indikator sifat seseorang, mirip dengan zodiak atau MBTI.
Healthline menyebut bahwa di Jepang bahkan terdapat praktik "blood type matchmaking" untuk mencari pasangan serasi berdasarkan golongan darah.
Siapa saja yang meneliti hubungan ini? Penelitian skala besar dilakukan oleh Shoji et al. (2020) yang dipublikasikan di ResearchGate. Studi ini melibatkan ribuan responden di Jepang dan menemukan adanya pola tertentu:
Meski demikian, para peneliti juga menegaskan bahwa hubungan tersebut lemah dan tidak bisa dijadikan acuan tunggal untuk menilai kepribadian.
Bagaimana Pandangan Psikologi Modern?
Menurut Verywell Mind, tidak ada bukti ilmiah yang kuat bahwa golongan darah langsung memengaruhi sifat atau perilaku manusia. Karakter seseorang lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan, pola asuh, dan pengalaman hidup. Hal serupa diungkap oleh PsychCentral, yang menyebutkan bahwa korelasi golongan darah dengan kepribadian lebih mirip stereotip sosial daripada hasil penelitian yang teruji secara universal.
Apa Dampak Sosial dari Kepercayaan Ini?
Meski bukti ilmiahnya lemah, kepercayaan terhadap hubungan golongan darah dan kepribadian berdampak nyata di masyarakat. Di Jepang, survei menunjukkan bahwa lebih dari 30% perusahaan pernah mempertimbangkan golongan darah dalam proses rekrutmen. Bahkan, beberapa iklan lowongan kerja secara terbuka mencantumkan preferensi golongan darah tertentu.
Sementara itu, di Korea Selatan, konsep ini sering muncul dalam drama dan acara televisi, sehingga semakin memperkuat keyakinan masyarakat. Di Indonesia sendiri, hal ini masih lebih sering dianggap sekadar hiburan atau bahan obrolan santai.
Kapan Mitos Ini Mulai Dipertanyakan?
Seiring perkembangan ilmu psikologi modern, banyak pakar menolak klaim bahwa golongan darah memengaruhi kepribadian. Sebuah artikel dari Journal of Personality and Social Psychology menegaskan bahwa korelasi yang ditemukan dalam penelitian sebelumnya bisa jadi lebih dipengaruhi oleh bias budaya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
