seseorang yang sangat menghargai pasangannya / foto: Magnific/The Yuri Arcurs Collection
Seseorang bisa mengatakan, “Aku mencintaimu,” setiap hari, tetapi cara dia memperlakukanmu justru jauh lebih banyak berbicara tentang kualitas cintanya.
Sebab dalam hubungan yang sehat, penghargaan tidak hanya ditunjukkan melalui kata-kata manis. Ia terlihat dari cara seseorang mendengarkan, menghormati batasan, menghadapi konflik, memberikan ruang, mengakui kesalahan, hingga memperlakukan pasangannya sebagai individu yang memiliki perasaan, kebutuhan, dan kehidupan sendiri.
Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (11/8), psikologi hubungan menunjukkan bahwa kualitas hubungan yang baik sering kali berkaitan dengan pola perilaku sehari-hari, bukan sekadar perasaan romantis yang muncul sesekali.
Jadi, jika pasanganmu memiliki beberapa karakter berikut, bisa jadi kamu sedang bersama seseorang yang benar-benar menghargai keberadaanmu.
1. Dia Mendengarkanmu, Bukan Sekadar Menunggumu Selesai Bicara
Salah satu bentuk penghargaan yang sering dianggap sederhana, tetapi sebenarnya sangat berarti, adalah kemampuan untuk mendengarkan.
Pasangan yang menghargaimu tidak selalu terburu-buru memberikan nasihat ketika kamu sedang bercerita. Dia tidak langsung mengubah pembicaraan menjadi tentang dirinya sendiri. Dia juga tidak meremehkan masalahmu hanya karena menurutnya masalah tersebut terlihat kecil.
Ketika kamu berbicara, dia berusaha memahami.
Dia mungkin bertanya:
“Apa yang membuatmu merasa seperti itu?”
“Atau kamu ingin aku mendengarkan saja?”
“Bagian mana yang paling membuatmu berat?”
Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti ini menunjukkan bahwa dia tidak hanya mendengar kata-katamu, tetapi berusaha memahami pengalaman emosionalmu.
Dalam psikologi hubungan, kemampuan merespons pasangan dengan perhatian dan kepedulian sering dikaitkan dengan kualitas hubungan yang lebih baik. Seseorang akan merasa lebih aman ketika emosinya diterima dan dianggap penting.
Tentu saja, pasanganmu tidak harus selalu setuju dengan pendapatmu.
Yang lebih penting adalah dia mampu mengatakan, “Aku mungkin melihatnya secara berbeda, tetapi aku mengerti mengapa kamu merasa seperti itu.”
Itulah penghargaan.
Karena menghargai pasangan bukan berarti selalu memiliki pendapat yang sama. Menghargai berarti tetap menganggap perasaan dan sudut pandang pasangan layak didengarkan.
2. Dia Menghormati Batasanmu
Cinta yang sehat tidak membuat seseorang merasa memiliki hak penuh atas kehidupan pasangannya.
Pasangan yang menghargaimu memahami bahwa kamu tetap memiliki ruang pribadi.
Kamu boleh memiliki waktu untuk dirimu sendiri.
Kamu boleh bertemu teman.
Kamu boleh memiliki hobi.
Kamu boleh mengatakan tidak.
Dan yang paling penting, kamu tidak harus merasa bersalah hanya karena memiliki batasan.
Misalnya, ketika kamu mengatakan bahwa hari ini kamu membutuhkan waktu sendiri, dia tidak langsung menganggapnya sebagai tanda bahwa kamu sudah tidak mencintainya.
Dia mungkin bertanya apakah ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan, tetapi dia tidak memaksamu untuk selalu tersedia.
Begitu juga dalam komunikasi. Dia tidak merasa berhak membaca semua pesan pribadimu, mengetahui setiap percakapanmu, atau mengontrol siapa yang boleh berteman denganmu hanya karena kalian sedang menjalin hubungan.
Ini adalah perbedaan penting antara perhatian dan kontrol.
Perhatian berkata:
“Aku ingin tahu apakah kamu baik-baik saja.”
Kontrol berkata:
“Kamu harus memberi tahu aku setiap saat kamu berada di mana.”
Perhatian memberikan rasa aman.
Kontrol menciptakan ketakutan.
Pasangan yang benar-benar menghargaimu akan berusaha membangun kepercayaan, bukan mengawasi hidupmu.
3. Dia Tidak Merendahkanmu Ketika Sedang Marah
Kita semua bisa marah.
Bahkan hubungan yang sehat pun tidak berarti tidak pernah mengalami konflik.
Perbedaan besar justru terlihat dari bagaimana seseorang bersikap ketika emosinya sedang tinggi.
Pasangan yang menghargaimu mungkin kecewa. Dia mungkin kesal. Dia bahkan mungkin membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.
Tetapi dia tidak menggunakan kemarahan sebagai alasan untuk menghancurkan harga dirimu.
Dia tidak sengaja menghina fisikmu.
Dia tidak menggunakan kelemahanmu sebagai senjata.
Dia tidak mempermalukanmu di depan orang lain.
Dia tidak mengancam meninggalkanmu setiap kali terjadi pertengkaran.
Dan dia tidak sengaja mengatakan sesuatu yang sangat menyakitkan hanya agar dirinya merasa menang.
Dalam hubungan yang sehat, konflik seharusnya menjadi masalah yang dihadapi bersama, bukan kesempatan untuk menghancurkan pasangan.
Pasangan yang menghargaimu akan lebih mungkin mengatakan:
“Aku sedang terlalu emosi. Kita bicara lagi setelah aku lebih tenang.”
Kalimat seperti itu menunjukkan kedewasaan emosional.
Dia memahami bahwa tujuan konflik bukanlah mencari siapa yang menang.
Tujuannya adalah mencari cara agar masalah bisa diselesaikan tanpa menghancurkan hubungan.
4. Dia Mampu Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf
Tidak ada manusia yang selalu benar.
Pasangan yang baik bukanlah seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan. Dia adalah seseorang yang mampu bertanggung jawab ketika melakukan kesalahan.
Jika dia salah, dia tidak selalu mencari alasan.
Dia tidak mengatakan:
“Kamu juga yang membuat aku seperti ini.”
“Atau kalau kamu tidak melakukan itu, aku tidak akan marah.”
Sebaliknya, dia mampu mengatakan:
“Aku salah.”
“Aku seharusnya tidak mengatakan itu.”
“Aku paham kalau perkataanku menyakitimu.”
Dan yang lebih penting, permintaan maafnya diikuti perubahan perilaku.
Sebab permintaan maaf yang sehat bukan sekadar kata “maaf”.
Ada pengakuan.
Ada tanggung jawab.
Ada usaha memperbaiki.
Dan ada kemauan untuk belajar agar kesalahan yang sama tidak terus berulang.
Inilah salah satu tanda bahwa seseorang menghargai pasangannya.
Dia cukup dewasa untuk mengakui bahwa harga dirinya tidak akan runtuh hanya karena mengatakan, “Aku salah.”
Justru sebaliknya.
Kemampuan mengakui kesalahan sering menjadi tanda bahwa seseorang memiliki kematangan emosional yang lebih baik.
5. Dia Mendukung Pertumbuhanmu, Bukan Takut Kehilanganmu
Pasangan yang benar-benar menghargaimu tidak merasa terancam ketika kamu berkembang.
Dia tidak ingin kamu menjadi lebih kecil hanya supaya dirinya merasa lebih besar.
Ketika kamu ingin belajar sesuatu, mengejar karier, membangun usaha, mengembangkan hobi, atau memperbaiki diri, dia tidak otomatis melihatnya sebagai ancaman.
Dia justru merasa senang melihatmu berkembang.
Dia bisa mengatakan:
“Aku bangga melihat kamu mencoba.”
“Kalau itu penting buatmu, aku dukung.”
“Apa yang bisa aku bantu?”
Ini adalah bentuk cinta yang matang.
Sebab pasangan yang tidak aman terkadang berpikir:
“Kalau dia semakin sukses, nanti dia meninggalkanku.”
Sementara pasangan yang sehat lebih mampu berpikir:
“Kalau dia bahagia dan berkembang, aku juga ikut bahagia.”
Tentu saja, dukungan bukan berarti seseorang harus selalu menyetujui setiap keputusan pasangan.
Dia tetap boleh memberikan kritik.
Dia boleh mengingatkan jika melihat sesuatu yang berisiko.
Namun, cara menyampaikannya tetap menghormati.
Dia tidak mengecilkan impianmu hanya karena dia takut kehilanganmu.
Dia ingin berjalan bersamamu, bukan berdiri di depanmu untuk menghalangimu.
6. Dia Mengingat Hal-Hal Kecil Tentang Dirimu
Penghargaan dalam hubungan sering kali tidak muncul dalam tindakan besar.
Justru, terkadang ia terlihat dari hal-hal kecil yang hampir tidak terlihat.
Dia ingat makanan yang kamu sukai.
Dia tahu hal-hal tertentu yang membuatmu tidak nyaman.
Dia ingat cerita yang pernah kamu sampaikan beberapa minggu lalu.
Dia tahu kapan kamu biasanya membutuhkan ruang.
Dia memperhatikan ketika nada bicaramu berubah.
Dia mungkin bahkan tahu bahwa ketika kamu mengatakan, “Aku tidak apa-apa,” terkadang sebenarnya kamu sedang membutuhkan seseorang untuk menemanimu.
Bukan berarti pasangan harus mampu membaca pikiran.
Bukan itu maksudnya.
Yang penting adalah adanya perhatian.
Ketika seseorang menghargai kita, dia cenderung memperhatikan siapa diri kita sebagai individu.
Dia tidak hanya mengenal “status” kita sebagai pacar atau pasangan.
Dia berusaha mengenal kita sebagai manusia.
Apa yang membuat kita bahagia.
Apa yang membuat kita takut.
Apa yang kita perjuangkan.
Apa yang ingin kita capai.
Apa yang ingin kita perbaiki.
Perhatian seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dalam hubungan jangka panjang, hal-hal kecil sering kali justru menjadi fondasi kedekatan emosional.
7. Dia Membuatmu Merasa Aman Menjadi Dirimu Sendiri
Mungkin inilah salah satu tanda yang paling penting.
Ketika bersama pasanganmu, apakah kamu merasa harus terus-menerus berpura-pura?
Apakah kamu takut mengatakan pendapatmu?
Apakah kamu takut melakukan kesalahan?
Apakah kamu merasa harus selalu terlihat sempurna agar dia tidak kehilangan ketertarikan?
Atau justru kamu merasa bisa menjadi dirimu sendiri?
Pasangan yang menghargaimu tidak membuatmu merasa harus memainkan peran tertentu agar layak dicintai.
Kamu bisa tertawa tanpa takut dianggap aneh.
Kamu bisa mengatakan bahwa kamu sedang lelah.
Kamu bisa mengakui bahwa kamu tidak tahu sesuatu.
Kamu bisa mengatakan bahwa kamu membutuhkan bantuan.
Kamu bisa memiliki hari yang buruk tanpa merasa cinta pasanganmu langsung hilang.
Rasa aman secara emosional sangat penting dalam sebuah hubungan.
Bukan berarti hubungan tersebut tidak memiliki masalah.
Bukan berarti kalian tidak pernah bertengkar.
Tetapi di balik konflik dan perbedaan, ada keyakinan bahwa kalian tetap saling menghormati.
Kamu tidak terus-menerus hidup dalam ketakutan akan ditinggalkan hanya karena melakukan satu kesalahan.
Kamu tidak harus selalu menebak-nebak apakah pasanganmu masih mencintaimu.
Dan kamu tidak perlu kehilangan dirimu sendiri demi mempertahankan hubungan.
Menghargai Pasangan Bukan Berarti Selalu Romantis
Ada satu hal yang perlu dipahami.
Pasangan yang menghargaimu tidak selalu terlihat seperti pasangan dalam film romantis.
Dia mungkin tidak setiap hari memberikan bunga.
Dia mungkin tidak selalu mengirim pesan panjang.
Dia mungkin tidak selalu tahu kata-kata romantis yang tepat.
Namun, penghargaan sering kali terlihat dari konsistensi perilakunya.
Dia menghormati batasanmu.
Dia mendengarkan ketika kamu berbicara.
Dia tidak sengaja mempermalukanmu.
Dia bertanggung jawab ketika melakukan kesalahan.
Dia mendukung perkembanganmu.
Dia memperhatikan kebutuhanmu.
Dan dia membuatmu merasa aman menjadi dirimu sendiri.
Itulah bentuk cinta yang sering kali jauh lebih berharga daripada sekadar kata-kata manis.
Jangan Hanya Melihat Satu Perilaku
Meski begitu, penting untuk tidak menggunakan daftar ini sebagai alat untuk menilai seseorang hanya dari satu atau dua kejadian.
Tidak ada pasangan yang sempurna.
Seseorang bisa saja memiliki hari yang buruk.
Seseorang bisa salah berkomunikasi.
Seseorang bisa kehilangan kesabaran.
Yang lebih penting adalah pola secara keseluruhan.
Apakah dia mau belajar?
Apakah dia mau mendengarkan?
Apakah dia mampu memperbaiki kesalahan?
Apakah dia menghargai batasanmu?
Apakah hubungan tersebut secara umum membuat kalian berdua merasa aman dan dihargai?
Dalam psikologi hubungan, pola perilaku yang konsisten jauh lebih bermakna daripada satu tindakan yang terjadi sesekali.
Jadi jangan mencari pasangan yang tidak pernah melakukan kesalahan.
Carilah seseorang yang ketika melakukan kesalahan, mau menyadarinya.
Carilah seseorang yang ketika kamu terluka, tidak langsung menyalahkanmu.
Carilah seseorang yang ketika terjadi konflik, masih mengingat bahwa kamu adalah orang yang dia cintai.
Pada Akhirnya, Penghargaan Terlihat dari Cara Dia Memperlakukanmu
Cinta bisa diucapkan dalam hitungan detik.
“Aku cinta kamu.”
“Aku sayang kamu.”
“Aku tidak mau kehilangan kamu.”
Tetapi penghargaan membutuhkan tindakan yang konsisten.
Ia terlihat dari cara seseorang berbicara kepadamu ketika tidak ada orang lain yang melihat.
Ia terlihat dari cara dia memperlakukanmu ketika sedang marah.
Ia terlihat dari caranya menghargai batasanmu.
Ia terlihat dari kesediaannya mendengarkan.
Ia terlihat dari caranya mendukung pertumbuhanmu.
Dan ia terlihat dari apakah kamu masih bisa menjadi dirimu sendiri ketika berada di dalam hubungan tersebut.
Jika pasanganmu memiliki tujuh karakter di atas, jangan hanya merasa beruntung karena dicintai.
Hargai juga dirinya.
Sebab hubungan yang sehat bukan tentang satu orang yang terus memberikan dan satu orang yang terus menerima.
Hubungan yang sehat adalah ketika dua orang sama-sama merasa dihargai.
Dua orang sama-sama mau belajar.
Dua orang sama-sama bersedia memperbaiki diri.
Dan dua orang sama-sama memahami bahwa cinta bukan hanya tentang memiliki seseorang, tetapi tentang memperlakukan seseorang dengan penuh penghormatan.
Karena pada akhirnya, pasangan terbaik bukanlah orang yang membuat hidupmu selalu sempurna.
Dia adalah orang yang membuatmu merasa:
“Aku boleh menjadi diriku sendiri di sini.”
“Aku didengarkan di sini.”
“Aku dihargai di sini.”
“Dan ketika kita menghadapi masalah, kita tidak menjadi musuh. Kita mencari jalan keluarnya bersama.”
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
