Ilustrasi perempuan sedang mendengarkan lagu (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Pernahkah kamu lagi santai, suasana hati baik-baik saja, lalu tiba-tiba sebuah lagu menyentuh hati dan air mata jatuh begitu saja?
Padahal, tidak ada masalah besar, tidak ada kabar buruk, dan tidak sedang dalam kondisi terpuruk. Kok bisa? Apakah lagu punya kekuatan rahasia untuk memaksa otak dan hati kita bereaksi?
Fenomena sederhana ini ternyata menyimpan penjelasan yang menarik tentang bagaimana musik bekerja pada tubuh dan jiwa manusia.
Musik dan Emosi adalah Bahasa yang Tak Butuh Kata
Musik sering disebut sebagai bahasa universal karena mampu menyalakan perasaan tanpa perlu kata-kata.
Menurut Pfizer, musik dapat mengaktifkan bagian otak yang mengatur emosi, seperti sistem limbik, dan memicu pelepasan dopamin (zat kimia yang erat kaitannya dengan perasaan senang dan antisipasi).
Jadi, ketika kita mendengar lagu sedih, otak seolah diprogram untuk merasakan sesuatu, bahkan jika perasaan awal kita netral atau bahagia.
Efek ini bisa begitu kuat hingga tubuh bereaksi seakan kita benar-benar sedang mengalami kesedihan.
Itulah mengapa air mata bisa jatuh tanpa alasan jelas. Musik sudah cukup untuk menipu otak agar merasakan perasaan yang mendalam.
Kenapa Lagu Sedih Justru Nyaman Didengar?
Meski terdengar kontradiktif, banyak orang justru merasa nyaman mendengar lagu sedih.
Esquire menulis bahwa musik dengan nuansa melankolis bisa memicu pelepasan hormon prolaktin dan oksitosin.
Ini adalah dua zat kimia yang memberikan rasa nyaman, kedekatan, dan empati. Bahkan tangisan yang muncul bisa terasa menenangkan, seakan kita dipeluk oleh emosi itu sendiri.
Dengan kata lain, tangisan bukan sekadar tanda kesedihan, melainkan sebuah respons alami tubuh untuk mencari kelegaan. Lagu sedih membantu kita mengakses emosi itu dengan cara yang aman.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
