Ilustrasi sebuah pertemanan
JawaPos.com – Pernahkah Anda merasa berubah menjadi lebih berani atau justru lebih pendiam setelah sering bergaul dengan teman tertentu?
Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan bukti nyata bahwa teman memiliki pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang.
Menurut Psychology Today (2024), hubungan pertemanan adalah salah satu faktor sosial paling signifikan dalam pembentukan karakter.
Dari cara berbicara, minat, hingga nilai hidup, banyak hal dalam diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan lingkaran sosial terdekat.
Apa pengaruh teman terhadap kepribadian?
Teman berperan sebagai cermin sekaligus model. Studi National Library of Medicine (2022) menjelaskan bahwa individu cenderung menyesuaikan perilaku mereka agar sesuai dengan norma kelompok. Inilah yang membuat seseorang bisa menjadi lebih percaya diri jika dikelilingi oleh teman yang suportif, atau sebaliknya, kehilangan motivasi bila lingkaran sosialnya penuh kritik negatif.
Siapa yang paling rentan dipengaruhi oleh teman?
Remaja menjadi kelompok paling rentan. Masa remaja merupakan fase pencarian jati diri, sehingga kehadiran teman sangat memengaruhi pembentukan identitas. Artikel dari American Psychological Association (2023) menyebutkan bahwa kualitas pertemanan yang sehat dapat menurunkan risiko depresi dan meningkatkan kesejahteraan emosional remaja. Namun, orang dewasa juga tidak lepas dari pengaruh ini. Lingkungan pertemanan di kantor, komunitas, atau media sosial tetap bisa membentuk pola pikir dan sikap seseorang terhadap kehidupan.
Pengaruh teman tampak jelas dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Misalnya, kebiasaan belajar bersama dapat mendorong peningkatan prestasi akademik. Sebaliknya, pertemanan yang mengarah pada perilaku berisiko seperti penyalahgunaan zat atau gaya hidup tidak sehat bisa berdampak buruk pada perkembangan pribadi.
Penelitian dalam Journal of Social and Personal Relationships (2024) menemukan bahwa interaksi anak dengan teman sebaya sejak usia dini sudah membantu mereka belajar keterampilan sosial, empati, dan kemampuan mengelola konflik. Pengaruh ini terus berlanjut hingga dewasa.
Mengapa teman bisa memengaruhi kepribadian begitu besar?
Alasannya terletak pada kebutuhan dasar manusia untuk diterima. Otak manusia dirancang untuk mencari afiliasi sosial. Ketika seseorang merasa menjadi bagian dari kelompok, ia lebih mudah mengadopsi nilai, sikap, dan kebiasaan kelompok tersebut. Teman bukan hanya “pendamping waktu luang”, tetapi juga faktor penting dalam kesehatan mental.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
