Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 23.05 WIB

Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja: Dari Motivasi, Stres, hingga Dukungan Sosial di Kantor

Lingkungan kerja yang suportif dengan dukungan sosial terbukti meningkatkan kepuasan

JawaPos.com – Apakah kepuasan kerja hanya ditentukan oleh gaji dan fasilitas kantor? Para psikolog menjawab tidak.

Riset menunjukkan bahwa faktor psikologis memiliki peran besar dalam menentukan sejauh mana seorang karyawan merasa puas dengan pekerjaannya.

Motivasi, tingkat stres, hubungan dengan rekan kerja, hingga keseimbangan hidup pribadi dan pekerjaan, semuanya memengaruhi perasaan puas atau tidaknya seseorang dalam bekerja.

Apa itu kepuasan kerja dan mengapa penting?

Kepuasan kerja merujuk pada perasaan positif yang muncul ketika karyawan menilai pekerjaan mereka sesuai dengan ekspektasi dan kebutuhan pribadi. Menurut European Journal of Work and Organizational Psychology (2024), kepuasan kerja berhubungan langsung dengan produktivitas, retensi karyawan, dan kesehatan mental. Karyawan yang puas cenderung lebih loyal, lebih termotivasi, dan memiliki risiko burnout yang lebih rendah.

Siapa yang paling terdampak oleh faktor psikologis ini?

Faktor psikologis dapat memengaruhi semua kalangan pekerja, baik di level staf maupun manajemen. Studi yang dipublikasikan oleh PMC (2023) menemukan bahwa karyawan muda yang baru memulai karier lebih rentan mengalami penurunan kepuasan kerja akibat stres adaptasi. Sementara itu, karyawan senior cenderung dipengaruhi oleh faktor dukungan organisasi dan keseimbangan kehidupan kerja.

Faktor psikologis apa saja yang memengaruhi kepuasan kerja?

  1. Motivasi internal dan eksternal.
    Motivasi internal seperti rasa bangga atas pencapaian pribadi dan kesempatan berkembang sangat menentukan kepuasan. Sedangkan motivasi eksternal, misalnya gaji dan penghargaan, juga menjadi faktor pendukung penting. Menurut jurnal ICBEM (2023), kombinasi keduanya berkontribusi pada rasa puas yang lebih konsisten.

  • Stres kerja dan tekanan mental.
    Beban kerja berlebih, deadline yang ketat, hingga kurangnya kontrol atas pekerjaan bisa memicu stres. Dalam jangka panjang, kondisi ini menurunkan kepuasan kerja. Riset dari Harbin Engineering Journal (2023) menegaskan bahwa tingkat stres berbanding terbalik dengan kepuasan karyawan.

  • Hubungan sosial di tempat kerja.
    Dukungan rekan kerja dan atasan mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Karyawan yang merasa dihargai dan memiliki relasi sosial positif lebih mungkin betah di perusahaan. Artikel dari Eurobrussels (2024) menyebutkan bahwa workplace friendship berperan besar dalam meningkatkan perasaan puas.

  • Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore