
Ilustrasi kepribadian ekstrovert (Dok. Pexels)
JawaPos.com – Bagaimana cara mengetahui karakter seseorang dengan akurat? Psikolog menjelaskan bahwa memahami kepribadian tidak cukup hanya dengan kesan pertama, tetapi perlu dilihat dari perilaku konsisten, respon emosional, hingga hasil tes psikologi tertentu.
Mengapa penting mengenali karakter seseorang?
Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan membaca karakter orang lain membantu kita membangun hubungan sehat, baik dalam pekerjaan, pertemanan, maupun hubungan pribadi. Menurut Psychology Today (2020), menilai karakter seseorang harus didasarkan pada perilaku jangka panjang, bukan sekadar ucapan atau penampilan sesaat.
Siapa yang membutuhkan kemampuan ini?
Tidak hanya psikolog atau ahli komunikasi, setiap individu sebenarnya memerlukan keterampilan membaca karakter. Mulai dari atasan yang ingin mengenali karyawan, guru yang memahami murid, hingga pasangan dalam menjalin hubungan. Verywell Mind menekankan bahwa memahami karakter membantu mengantisipasi konflik sekaligus memperkuat kepercayaan.
Baca Juga: September 2025 Jadi Momen Indah: 11 Weton Ini Diprediksi Akan Diselimuti Berkah Rezeki Tak Terbatas
Apa saja cara mengetahui karakter seseorang?
Perhatikan pola perilaku sehari-hari. Karakter tercermin dari konsistensi tindakan, bukan hanya kata-kata. Jika seseorang sering menepati janji kecil, kemungkinan besar ia juga bisa dipercaya dalam hal besar.
Gunakan pertanyaan psikologis. Menurut Ciputra Medical Center, pertanyaan sederhana seperti, “Apa yang biasanya Anda lakukan saat menghadapi masalah?” bisa menggali cara berpikir dan pola pengambilan keputusan seseorang.
Amati bahasa tubuh. Studi komunikasi Universitas Medan Area (2023) menunjukkan bahwa ekspresi wajah, kontak mata, hingga postur tubuh bisa memberikan gambaran tentang keterbukaan atau dominasi seseorang.
Gunakan tes psikologi. Halodoc menyebutkan beberapa tes populer, seperti MBTI, Big Five Personality Test, hingga DISC, yang dapat membantu mengidentifikasi kepribadian dan kecenderungan emosional seseorang.
Amati respon saat berada di bawah tekanan. Psychology Today (2011) menjelaskan bahwa karakter sejati sering kali muncul saat seseorang menghadapi situasi sulit. Cara mereka mengelola emosi dan mengambil keputusan bisa menjadi petunjuk penting.
Selain itu, penting juga untuk memperhatikan konsistensi perilaku seseorang dalam berbagai situasi. Karakter sejati biasanya tidak hanya terlihat dari ucapan, tetapi juga dari tindakan kecil sehari-hari, seperti bagaimana mereka memperlakukan orang yang lebih rendah posisinya atau bagaimana sikapnya ketika menghadapi tekanan. Psikolog menyebut hal ini sebagai situational consistency, yaitu kecenderungan seseorang untuk menunjukkan pola perilaku yang sama di berbagai kondisi. Mengamati hal tersebut bisa memberi gambaran lebih jelas apakah seseorang benar-benar dapat dipercaya, bertanggung jawab, atau justru cenderung plin-plan. Dengan latihan observasi yang baik, kemampuan membaca karakter orang lain bisa semakin tajam dan bermanfaat dalam hubungan personal maupun profesional.
Baca Juga: Siap-Siap Tajir! 8 Tanggal Lahir Ini Diyakini Tak Pernah Jauh dari Kesuksesan dan Kekayaan
Kapan karakter seseorang bisa terlihat jelas?
Para psikolog sepakat bahwa karakter bukanlah sesuatu yang dapat dinilai hanya dalam satu kali pertemuan. Dibutuhkan waktu serta interaksi berulang untuk benar-benar memahami konsistensi perilaku seseorang. Inilah alasan mengapa banyak perusahaan menerapkan masa probation, yaitu periode uji coba yang bertujuan menilai lebih dalam kepribadian dan integritas calon karyawan sebelum mereka diangkat secara permanen.
Penerapan evaluasi karakter sendiri memiliki cakupan yang sangat luas. Dalam dunia kerja, karakter digunakan untuk menilai integritas dan profesionalisme seorang pegawai. Di lingkungan sekolah, guru dapat memahami karakter murid agar metode pembelajaran lebih tepat sasaran. Dalam hubungan sosial, kemampuan membaca karakter membantu kita memilih teman atau lingkungan yang mendukung perkembangan diri. Bahkan dalam dunia politik, masyarakat kerap menilai calon pemimpin dari rekam jejak serta konsistensi sikap yang ditunjukkan selama masa kampanye.
Bagaimana cara melatih kemampuan ini?
Psikolog menyarankan beberapa langkah praktis:

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
