
Ilustrasi perempuan sedang bermimpi. (Freepik)
JawaPos.com – Bayangkan Anda mendengar lagu lama dari masa kecil, melihat foto lawas, atau mencium aroma yang mengingatkan pada rumah nenek. Tiba-tiba hati terasa hangat, nyaman, bahkan merasa aman.
Nostalgia bukan sekadar kerinduan pada masa lalu. Dalam perspektif psikologi, ia bisa menjadi pelindung emosional dalam dunia yang terus berubah dan penuh tekanan.
Apa Itu Nostalgia? Dari Rasa Sakit Menjadi Pelipur Lara
The Guardian menjelaskan, secara etimologis, kata ‘nostalgia’ berasal dari bahasa Yunani yaitu nóstos (kepulangan) dan álgos (rasa sakit). Pada abad ke-17, nostalgia sempat dianggap sebagai penyakit mematikan.
Orang yang sangat merindukan rumah dapat jatuh sakit dan bahkan meninggal. Namun, pandangan itu telah berubah drastis.
Nostalgia Sebagai Ruang Keamanan Emosional
Menurut Psychology Today, nostalgia dapat membantu melarikan diri sejenak ke masa ketika hidup terasa lebih aman. Ini bisa memberikan kenyamanan emosional ketika stres atau kecemasan datang.
Situs Medium juga menyebut nostalgia mampu meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri, memberi makna hidup ketika berada dalam ketidakpastian,membantu tetap otentik, selaras dengan nilai dan diri sendiri, dan membawa kegembiraan instan melalui pelepasan dopamine.
Fungsi Psikologis Nostalgia Melampaui Sekadar Kenangan
Platform Human Flourishing Lab menyebut nostalgia sebagai sumber daya psikologis yang kuat. Ketika sedih atau merasa rendah diri, kita cenderung bernostalgia dan dari situ datang suasana hati positif, rasa terhubung sosial, harga diri, bahkan semangat untuk maju.
Nostalgia punya kekuatan motivasional yang bisa memberi energi, kepercayaan diri, dan inspirasi untuk mencapai tujuan hidup.
Situs PMC turut menjelaskan studi psikologis menunjukkan bahwa dalam percobaan nostalgia, seseorang melaporkan peningkatan penghargaan diri, optimisme, makna hidup, dan keterhubungan sosial.
Menurut University of Southampton, saat mengalami tekanan emosional, nostalgia membantu mengurangi dampak negatif dengan memunculkan kenangan berharga. Nostalgia memperkuat identitas, menumbuhkan rasa memiliki, memupuk harga diri, dan memberi arti pada kehidupan.
Bagaimana Nostalgia Membuat Kita ‘Aman’ di Masa Kini
University of Southampton menyoroti, nostalgia sering menampilkan kenangan bersama orang terdekat seperti keluarga, teman, atau lingkungan hangat yang membangun rasa memiliki dan dukungan sosial.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
