Ilustrasi kerja remote nyaman di mana saja dan kapan saja (Dok. Pexels)
JawaPos.com – Aktivitas harian ternyata bukan sekadar rutinitas biasa. Sejumlah penelitian psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan kecil seperti waktu bangun tidur, cara berinteraksi, hingga pola kerja mampu mencerminkan kepribadian seseorang. Lalu, sejauh mana pola aktivitas bisa dijadikan cermin jati diri?
Kebiasaan Harian dan Kepribadian, Apa Hubungannya?
Kepribadian selama ini dianggap sebagai sesuatu yang melekat sejak lahir dan berkembang seiring pengalaman hidup. Namun, studi terbaru mengungkap bahwa perilaku sehari-hari justru bisa menjadi petunjuk paling jelas tentang siapa kita.
Penelitian dari University of Nottingham (2014) menunjukkan bahwa hanya dengan mengamati sampel singkat perilaku, orang lain bisa menebak kepribadian utama seseorang. Artinya, aktivitas harian seperti cara berbicara, pola bekerja, atau bahkan ekspresi wajah dapat menjadi indikator penting dalam membaca karakter.
Apa Kata Penelitian?
Sebuah riset yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS, 2020) menegaskan bahwa pola sosial harian berhubungan erat dengan dimensi kepribadian Big Five, yakni extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, dan openness. Misalnya, individu dengan tingkat extraversion tinggi cenderung lebih banyak berinteraksi dan menunjukkan ritme aktivitas sosial yang padat.
Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan di Personality and Individual Differences (2013) menemukan bahwa waktu tidur dan bangun seseorang bisa mencerminkan kecenderungan kepribadiannya. Mereka yang terbiasa bangun pagi umumnya lebih conscientious (teratur dan disiplin), sementara “night owl” atau orang yang lebih aktif di malam hari cenderung lebih kreatif dan terbuka terhadap pengalaman baru.
Bagaimana Pola Aktivitas Membentuk Persepsi?
Kebiasaan sederhana seperti penggunaan media sosial, olahraga rutin, atau cara seseorang mengatur jadwal kerja juga menjadi penanda. Studi dari ResearchGate (2020) yang menganalisis interaksi sosial intensif dalam jangka panjang menunjukkan bahwa pola berulang dalam komunikasi dapat dipetakan untuk menebak tingkat kepribadian tertentu, misalnya keterbukaan atau kestabilan emosi.
Lebih jauh lagi, riset dari Melbourne University (2019) menyebutkan bahwa ritme otak yang terhubung dengan aktivitas kognitif harian mampu mengungkap aspek kepribadian. Hal ini membuktikan bahwa bukan hanya perilaku yang bisa dibaca, tetapi juga bagaimana otak merespons aktivitas rutin.
Siapa yang Paling Mudah Terbaca?
Studi lintas jurnal sepakat bahwa orang dengan sifat extraversion dan openness lebih mudah ditebak kepribadiannya karena aktivitas mereka lebih bervariasi dan terlihat. Sebaliknya, individu dengan kecenderungan introvert mungkin lebih sulit ditebak karena aktivitasnya cenderung terbatas dalam lingkar kecil.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
