
Ilustrasi people pleaser senang ketika mendapat validasi orang lain (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Jika kamu pernah mengalami penolakan dari lingkungan sekitar yang akhirnya membuat kamu melakukan segala cara agar diterima, mungkin kamu adalah seorang dengan karakteristik people pleaser.
Kamu selalu berusaha untuk mendahulukan kepentingan orang di sekitarmu, meski itu berarti mengesampingkan kebahagiaanmu sendiri.
Mungkin sekali-dua kali, kamu akan mendapatkan apresiasi mereka ketika melakukan hal seperti itu. Sejenak, kamu akan merasa diterima dan berguna.
Selanjutnya, mereka akan terus-terusan mengandalkan kamu untuk hal-hal lain, dan kamu akan semakin sulit menolaknya. Capek, bukan?
Sebuah penelitian dari Universitas Jenderal Ahmad Yani menunjukkan bahwa perilaku people pleasing membentuk pola yang sulit diputus. Perilaku ini berdampak negatif pada psikologi seseorang.
Orang dengan karakter ini cenderung takut akan penolakan dan memiliki tingkat kepercayaan diri rendah yang membuat mereka butuh diterima, divalidasi, dan dicintai oleh orang lain.
Banyak faktor yang menyebabkan perilaku ini, di antaranya pengalaman traumatik, pola asuh yang buruk dan terlalu permisif, bahkan otoriter.
Ketika seseorang merasa sedang berada dalam situasi terancam dan tidak aman, ia akan cenderung menuruti apa kata orang lain untuk menyenangkan orang tersebut.
Jika dibiarkan dalam jangka panjang, perilaku ini berdampak pada psikologis sang people-pleaser. Gejala psikologis seperti gangguan kecemasan, depresi, rasa tak berharga, akan senantiasa menghantui.
Cara Mengatasi Sifat People Pleaser
Meski begitu, ada cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perilaku ini. Jika kamu ingin lepas dari sosok people pleaser dalam diri kamu, cobalah langkah-langkah ini:
1. Bangun Pola Komunikasi Asertif
Komunikasi asertif dapat membantu seseorang memperjuangkan hak dan kebutuhannya sendiri tanpa harus mengabaikan kebutuhan orang lain.
Para people pleaser menganggap bahwa mementingkan diri sendiri adalah tindakan jahat dan dapat menyakiti orang lain.
Komunikasi asertif melatih mereka untuk tidak berpikir demikian. Caranya, dengan mengungkapkan perasaan secara perlahan, menggunakan kata-kata seperti, "Aku merasa … karena …"

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
