
Temukan 11 sifat khas anak bungsu yang akan Anda rasakan saat berpacaran dengan mereka. (Freepik )
JawaPos.com-Dalam setiap keluarga, posisi kelahiran sering kali memengaruhi kepribadian dan pola interaksi seseorang.
Anak sulung biasanya diidentikkan dengan sifat pemimpin, anak tengah kerap menjadi penengah, sedangkan anak bungsu… ya, mereka dikenal sebagai si manja, si penghibur, atau bahkan si pengacau suasana.
Namun, ada lebih dari sekadar stereotip yang melekat pada anak bungsu. Mereka memiliki kepribadian yang terbentuk dari pengalaman bertumbuh di bawah bayang-bayang saudara kandung, mendapat perhatian yang berbeda dari orang tua, sekaligus memanfaatkan celah untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Jika Anda sedang atau berencana menjalin hubungan dengan seorang anak bungsu, bersiaplah untuk petualangan yang penuh kejutan. Mereka bisa membuat Anda tertawa terbahak-bahak, sekaligus membuat Anda mengernyit karena kelakuannya.
Dilansir dari laman Your Tango, berikut adalah 11 hal yang cepat Anda pelajari saat berpacaran dengan anak bungsu, lengkap dengan analisis psikologis, contoh nyata, dan tips menghadapi keunikannya.
Anak bungsu terbiasa bersaing untuk mendapatkan sorotan di tengah keluarga. Jika perhatian orang tua atau saudara tertuju pada hal lain, mereka mengembangkan strategi kreatif untuk kembali menjadi pusat perhatian — mulai dari membuat lelucon, bercerita dramatis, hingga bertindak agak ‘nakal’.
Dalam hubungan, pola ini kadang terbawa. Saat mereka merasa Anda terlalu sibuk atau kurang responsif, mereka bisa memancing interaksi dengan cara yang unik. Kadang itu lucu, kadang bikin pusing, tapi hampir selalu efektif.
Tips Menghadapinya:
Luangkan waktu untuk memberikan perhatian kecil setiap hari, misalnya pesan singkat manis atau telepon singkat.
Jangan remehkan kebutuhan emosional mereka; walau terlihat santai, mereka sensitif terhadap rasa diabaikan.
Banyak orang mengira anak bungsu selalu dimanjakan, padahal kenyataannya mereka sering harus mengurus diri sendiri karena orang tua sibuk mengurus anak yang lebih besar atau pekerjaan. Hal ini membuat mereka terlatih untuk mandiri sejak usia dini.
Namun, kemandirian ini dibarengi kewaspadaan. Mereka tahu bagaimana menjaga diri, mengantisipasi risiko, dan menyiapkan rencana cadangan. Dalam hubungan, mereka bisa menjadi pasangan yang kuat dan tidak terlalu bergantung, tetapi tetap menghargai perhatian yang tulus.
Tips Menghadapinya:
Hargai kemandirian mereka, jangan memaksakan bantuan jika mereka sedang ingin melakukannya sendiri.
Beri ruang untuk mereka berkembang tanpa merasa dikekang.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
