Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Agustus 2025 | 21.16 WIB

9 Taktik Manipulatif Ini Dipakai Mereka yang Berpura-pura Inklusif Padahal Mengucilkan

Ilustrasi seseorang yang tampak terasing, sementara orang lain berbincang di sekitarnya./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang tampak terasing, sementara orang lain berbincang di sekitarnya./Freepik

JawaPos.com - Berinteraksi dengan orang yang tampaknya ramah namun sebenarnya mengucilkan adalah pengalaman yang membingungkan. Mereka seringkali pandai menyamarkan perilaku tersebut dengan retorika inklusif. Taktik manipulatif ini bisa sangat merusak kepercayaan diri Anda.

Penting untuk mengenali dan memahami pola perilaku tersebut agar Anda dapat melindungi diri sendiri. Melansir dari Geediting.com Jumat (8/8), ada sembilan taktik yang biasa mereka gunakan. Kesadaran akan hal ini adalah langkah pertama untuk membuat batasan.

Berikut adalah sembilan taktik yang sering dipakai oleh orang-orang ini:

  1. Undangan Menit-Menit Terakhir

Anda sering diundang saat sudah terlalu terlambat untuk berpartisipasi secara bermakna. Mereka mungkin menambahkan Anda ke proyek saat pekerjaan sudah 90% selesai. Ini membuat Anda merasa seperti pelengkap saja.

  • Informasi Mengalir Sedikit

  • Informasi penting sengaja dibagikan hanya kepada orang lain secara terperinci. Anda hanya menerima bagian informasi yang sangat minim atau sepotong-sepotong saja. Ini membuat Anda selalu berada dalam ketidakpastian.

  • Undangan yang Mustahil

  • Anda mendapatkan undangan yang mustahil untuk dipenuhi. Misalnya, diundang ke pertemuan yang diadakan di tempat yang sangat jauh. Mereka melakukannya agar terlihat inklusif, padahal tahu Anda tidak akan bisa datang.

  • Inklusi di Depan Umum, Pengucilan di Balik Layar

  • Di depan banyak orang, Anda akan disambut dan diperhatikan dengan hangat. Namun, saat berada di balik layar, obrolan penting akan berlangsung tanpa melibatkan Anda. Anda diundang dalam pertunjukan, bukan dalam praktiknya.

  • Pujian Palsu Saat Mengucilkan

  • Mereka akan menyisipkan komentar positif atau pujian sebelum dan sesudah mengucilkan Anda. Misalnya, "Ini adalah ide hebat, tapi kami akan mengerjakannya sendiri." Ini adalah teknik 'sandwich' yang membingungkan.

  • Aturan yang Terus Berubah

  • Taktik mereka adalah membuat aturan yang terus bergerak, sehingga Anda selalu merasa tertinggal. Misalnya, komunikasi yang tiba-tiba berpindah dari email ke aplikasi chat lain. Anda jadi tidak pernah benar-benar merasa punya tempat.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore