Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Juli 2025 | 00.25 WIB

Tak Sekadar Moody: 8 Sinyal Psikologis Anda Sedang Berurusan dengan Wanita yang Emosinya Tidak Stabil

Ilustrasi wanita yang emosi dan jiwanya belum stabil. (Freepik) - Image

Ilustrasi wanita yang emosi dan jiwanya belum stabil. (Freepik)

JawaPos.Com - Ada momen ketika hubungan terasa seperti berjalan di atas tali yang rapuh, setiap langkah penuh kehati-hatian, karena Anda tak pernah tahu kapan segalanya bisa meledak. 

Wanita yang Anda temui tampak memesona, hangat, bahkan penuh semangat di satu waktu. 

Namun di detik berikutnya, ia bisa berubah dingin, menyakitkan, atau bahkan melemparkan kemarahan tanpa alasan jelas. 

Ini bukan soal “sedang datang bulan” atau sekadar moody seperti yang sering disalahpahami. 

Ketidakstabilan emosi jauh lebih kompleks, dan bagi orang yang menjalin hubungan dengannya, sering kali terasa seperti berada dalam badai tak berkesudahan yang penuh drama, manipulasi, dan kebingungan batin.

Tak semua orang mampu menyadari bahwa mereka sedang berada dalam dinamika hubungan yang tidak sehat secara emosional

Banyak yang terlalu sibuk mencari pembenaran, berusaha menyesuaikan diri, atau malah menyalahkan diri sendiri atas perilaku yang sebenarnya merupakan cerminan dari luka batin dan ketidakseimbangan dalam diri pasangannya. 

Dilansir dari Geediting, inilah delapan sinyal psikologis yang menunjukkan bahwa Anda sedang berhadapan dengan wanita yang emosi dan jiwanya mungkin belum stabil.

1. Dia Tak Pernah Mau Disalahkan

Wanita dengan emosi tidak stabil cenderung selalu menempatkan diri dalam posisi benar. 

Bahkan ketika kesalahannya jelas, ia akan berkelit, menyalahkan keadaan, atau malah memutar balik keadaan hingga Anda yang merasa bersalah. 

Ketika diskusi sehat berubah jadi sesi pembelaan diri yang meledak-ledak, besar kemungkinan Anda sedang menghadapi seseorang yang belum mampu bertanggung jawab atas emosi dan tindakannya sendiri.

2. Dia Pandai Memainkan Perasaan Orang Lain

Bukan hanya emosional, ia juga piawai dalam mengatur narasi. Ia bisa memanfaatkan rasa iba Anda, menjadikan kelemahannya sebagai senjata, bahkan memelintir fakta agar terlihat sebagai pihak yang teraniaya. 

Ketika Anda mulai merasa bersalah atas sesuatu yang sebenarnya tidak Anda lakukan, atau bingung karena sering diombang-ambing oleh ucapan dan tindakannya yang bertolak belakang, mungkin Anda sedang dijerat oleh permainan psikologis yang tidak sehat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore