Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 21.19 WIB

Tanda Orang Tua Mulai Menjauh dari Anak Seiring Bertambahnya Usia, Menurut Psikologi

BELAJAR: Sejatinya, anak sejak kecil paham jika orang tua mereka marah. Itu tergambar dalam tatapan mata atau intonasi suara. (Dite Surendra/Jawa Pos) - Image

BELAJAR: Sejatinya, anak sejak kecil paham jika orang tua mereka marah. Itu tergambar dalam tatapan mata atau intonasi suara. (Dite Surendra/Jawa Pos)

JawaPos.com - Banyak orang mengira hubungan orang tua dan anak akan selalu dekat selamanya. Tapi faktanya, seiring waktu berjalan, ada saja orang tua yang mulai merasa jauh dari anak-anaknya. Bukan karena mereka berhenti mencintai, tapi kadang ada hal-hal tak terlihat yang membuat hubungan itu berubah perlahan.

Perubahan ini sering kali tidak disadari, bahkan oleh orang tua sendiri. Ini bisa berupa sikap dingin, jarang memberi perhatian, atau tidak lagi terlibat dalam kehidupan anak. Para ahli psikologi menyebut ada 7 perilaku yang biasanya muncul ketika orang tua mulai menjauh secara emosional dari anak-anak mereka, dikutip dari Geediting, Selasa (22/7).

Mengenali tanda-tanda ini bisa jadi langkah awal untuk memperbaiki hubungan. Sebab, tidak ada kata terlambat untuk kembali dekat dan membangun koneksi yang kuat dengan anak apa pun usia mereka. Mari kita bahas.

1. Tidak Lagi Terbuka Secara Emosional

Salah satu ciri utama orang tua yang mulai menjauh adalah mereka jadi sulit diakses secara emosional. Mungkin mereka masih peduli, tapi tidak lagi menunjukkan perasaan dengan jelas. Ada jarak yang tidak tampak tapi terasa.

Emosi yang tidak tersalurkan bisa jadi penghalang dalam hubungan. Seiring waktu, hal ini bisa membuat anak merasa asing dengan orang tuanya sendiri. Padahal, kedekatan emosional adalah pondasi hubungan keluarga yang sehat. Kalau merasa mulai menutup diri, cobalah perlahan membuka ruang untuk berbagi perasaan, sesederhana mendengarkan tanpa menghakimi.

2. Tidak Lagi Menaruh Minat pada Kehidupan Anak

Kadang orang tua terlalu sibuk dengan kehidupannya sendiri hingga tanpa sadar mulai kehilangan ketertarikan pada kehidupan anak-anaknya. Hal ini bisa terlihat dari cara berbicara yang mulai sepihak atau tidak lagi menanyakan kabar mereka.

Meski bukan karena tidak peduli, kurangnya rasa ingin tahu ini bisa membuat anak merasa tidak penting. Untuk menjembatani jarak ini, mulailah dengan hal sederhana: tanyakan kabar mereka, dengarkan cerita mereka, dan tunjukkan bahwa hidup mereka tetap berarti bagi Anda.

3. Komunikasi yang Makin Jarang dan Dingin

Jika obrolan dengan anak makin jarang terjadi atau terasa hambar, itu bisa jadi tanda hubungan sedang renggang. Bukan soal seberapa sering berbicara, tapi seberapa dalam pembicaraan itu berlangsung.

Menyapa lewat pesan singkat setiap hari mungkin tidak cukup jika tidak dibarengi percakapan yang bermakna. Cobalah berbagi cerita, bertanya dengan tulus, dan hadir secara emosional. Komunikasi yang terbuka dan jujur adalah kunci menjaga hubungan tetap hangat.

4. Kasih Sayang Fisik yang Mulai Berkurang

Pelukan, tepukan di bahu, atau sekadar menggenggam tangan, sering kali menjadi bentuk kasih sayang yang tidak terucap. Saat anak-anak masih kecil, ekspresi ini sering dilakukan. Tapi seiring mereka tumbuh, bentuk kasih sayang fisik itu kerap berkurang.

Padahal, kasih sayang fisik tetap penting, bahkan saat anak sudah dewasa. Sentuhan kecil bisa memperkuat rasa kedekatan. Jangan ragu untuk memeluk anak saat mereka pulang berkunjung atau sekadar menyentuh bahu mereka saat berbicara. Tindakan sederhana bisa membawa dampak besar.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore