Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Juli 2025 | 20.43 WIB

Orang yang Terlihat Baik di Permukaan padahal Sebenarnya Punya Niat Tersembunyi Biasanya Memiliki 6 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang terlihat baik namun tidak baik. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang terlihat baik namun tidak baik. (Freepik)

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali bertemu dengan orang-orang yang secara lahiriah tampak ramah, perhatian, atau bahkan dermawan. Mereka tersenyum, menawarkan bantuan, dan tampaknya selalu siap mendengarkan. 

Namun, di balik sikap manis tersebut, tak jarang tersembunyi niat atau pola perilaku yang tidak sepenuhnya tulus.

Kebaikan sejati bukan hanya soal ucapan manis atau sikap sopan,.Ia tumbuh dari kesadaran, empati, dan integritas. Sebaliknya, beberapa orang menggunakan kebaikan sebagai kedok untuk mendapatkan validasi, pengaruh, atau bahkan kendali atas orang lain. 

Mereka mungkin tidak menyadarinya, tetapi cara mereka memperlakukan orang lain sering kali mencerminkan luka batin atau rasa tidak aman yang belum selesai.

Berikut enam tanda kepribadian yang tampak baik di permukaan, tetapi bisa menjadi petunjuk bahwa seseorang sebenarnya tidak sebaik kelihatannya seperti dirangkum dari laman Your Tango.

1. Merasa Berhak

Orang yang merasa dirinya lebih pantas dibandingkan orang lain sering kali tampak percaya diri atau gigih. Namun, dibalik itu, ada keyakinan bahwa mereka lebih layak mendapatkan perlakuan istimewa, entah dalam bentuk pujian, perhatian, atau hasil. 

Mereka menganggap usahanya paling berat, pendapatnya paling benar, dan tindakannya paling layak dipuji, meskipun orang lain juga bekerja keras.

Dalam banyak kasus, rasa berhak ini membuat mereka sulit mengakui kesalahan atau dampak buruk dari perilaku mereka.

2. Mudah Menghakimi

Seseorang yang cepat menilai dan mengutuk orang lain biasanya merasa dirinya lebih unggul secara moral atau intelektual. Mereka menutup telinga terhadap sudut pandang berbeda, dan cenderung menganggap pendapat yang bertentangan sebagai serangan pribadi. 

Terlebih jika mereka memiliki posisi kekuasaan, cara pandang yang menghakimi ini bisa berubah menjadi alat untuk menekan atau merendahkan.

Studi psikologi bahkan menunjukkan bahwa sikap seperti ini sering bersumber dari rasa rendah diri dan keinginan untuk merasa lebih baik dengan merendahkan orang lain.

3. Penuh Ketidakamanan (Insecure)

Rasa tidak aman bisa membuat seseorang tampak sangat membantu atau dermawan, tetapi ada syarat tersembunyi di balik itu. Mereka berharap kebaikan mereka akan dibalas dengan penerimaan, pujian, atau kasih sayang. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore