Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juli 2025 | 20.20 WIB

Cemas Tanpa Sebab? Kenali Cara Otak Bekerja dan Cara Menenangkan Diri Menurut Ahli

Ilustrasi cemas (freepik) - Image

Ilustrasi cemas (freepik)

JawaPos.com - Apakah Anda sering merasa gelisah, jantung berdebar, atau pikiran seolah tidak terkendali, padahal tidak ada alasan yang nyata?

Banyak orang mengalami kecemasan seperti ini tanpa memahami penyebab pastinya.

Sebenarnya, semua perasaan tersebut bukan sekadar emosi biasa melainkan reaksi biologis yang terjadi di dalam otak Anda.

Rasa cemas muncul ketika sistem saraf Anda mengaktifkan alarm darurat.

Respons ini dipicu oleh bagian otak yang bertugas mendeteksi ancaman, baik nyata maupun yang dibayangkan.

Ketika sistem ini terlalu sering aktif, maka tubuh Anda akan mengalami kelelahan fisik dan emosional yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara kerja otak saat mengalami kecemasan, struktur otak mana yang terlibat, serta cara menenangkan diri secara ilmiah dan efektif.

Penjelasan para ahli ini dapat membantu Anda lebih memahami apa yang sedang terjadi dalam diri Anda, sekaligus menemukan jalan keluar yang lebih sehat yang dirangkum dari verywellmind pada Sabtu (19/07).

1. Struktur Otak yang Mengatur Kecemasan
Saat Anda cemas, sistem limbik di otak secara otomatis mengatur respons terhadap stres dan ketakutan.

Struktur utama dalam sistem ini meliputi amigdala, hippocampus, hipotalamus, dan talamus.

Keempat bagian ini bekerja sama untuk mengenali ancaman, memproses emosi, dan menyimpan memori.

Amigdala bertugas mendeteksi bahaya dan memicu reaksi cepat, sedangkan hippocampus mengingat pengalaman-pengalaman emosional yang pernah terjadi.

Jika ingatan tersebut berkaitan dengan trauma atau stres, maka otak akan lebih cepat bereaksi cemas pada situasi serupa.

Sementara itu, hipotalamus mengaktifkan sistem saraf otonom yang mengatur respons fisik seperti jantung berdebar, napas pendek, atau keringat dingin. Inilah yang membuat kecemasan terasa begitu nyata meskipun Anda tidak sedang dalam bahaya langsung.

2. Respons Otak: Fight, Flight, Freeze, dan Fawn
Ketika otak Anda mendeteksi ancaman, ia mengaktifkan empat respons utama: melawan (fight), melarikan diri (flight), membeku (freeze), dan menyenangkan orang lain (fawn). Keempatnya adalah mekanisme bertahan hidup yang bersifat otomatis.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore