Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 02.56 WIB

Orang yang Terlalu Memikirkan Pilihan Emoji Mereka Biasanya Memiliki 7 Sifat Tersembunyi Ini

Ilustrasi. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi. (Pexels.com)

JawaPos.com - Beberapa orang pernah menghabiskan 90 detik untuk memutuskan antara emoji apa yang harus mereka pilih dalam balasan singkat.

Apa yang dipertaruhkan? Hampir tidak ada. Namun tetap saja, di situlah mereka—melayang di antara dua wajah kecil yang mirip, mencoba memilih satu yang berkata, “Ups, salahku tapi dengan cara yang tetap sadar diri dan terlihat kompeten.”

Dan di titik itu, jadi terasa jelas: ini bukan tentang emoji. Ini tentang sesuatu yang lebih dalam.

Karena ini bukan kejadian satu kali. Pernah juga seseorang mengedit ulang pesan ulang tahun hanya karena satu kata terasa kurang pas. Atau mengetik ulang “Terima kasih lagi!” hanya demi mendapatkan nada yang tepat.

Jika kamu pernah melakukan hal serupa, kamu tidak sendirian. Dan kamu juga bukan orang aneh.

Mereka yang terlalu mempertimbangkan hal kecil seperti emoji, biasanya memiliki pola pikir yang sangat spesifik. 

Semakin diamati, semakin terlihat bahwa ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan petunjuk kecil yang mengarah ke tujuh sifat tersembunyi berikut seperti dilansir dari VegOut.

1. Peka secara emosional bahkan jika sering meragukannya

Memilih emoji bukan cuma soal gambar lucu. Itu soal bagaimana perasaan orang lain saat menerimanya.

Orang yang berhenti sejenak sebelum menekan tombol “kirim” sedang mencari sinyal emosional yang pas. Membaca makna tersirat, bahkan dalam pesan sesingkat tiga kata dan satu emoji.

Ini berkaitan dengan granularitas emosional—kemampuan membedakan emosi yang mirip seperti gugup dan bersemangat, atau kesal dan kewalahan.

Menurut studi di Current Opinion in Psychology, orang dengan granularitas ini mampu mengelola emosi dan stres dengan lebih bijaksana.

Dalam istilah emoji? Kamu tidak sekadar memilih senyum atau seringai. Kamu memfilter makna, konteks, dan dampak. Itu adalah keterampilan, bukan kelemahan.

2. Sangat peduli untuk dipahami

Komunikasi bukan hanya melempar pesan tapi memastikan pesan itu benar-benar sampai dan diterima dengan makna yang dimaksud. Bagi orang yang memikirkan emoji terlalu lama, biasanya ada satu harapan besar: jangan sampai disalahpahami.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore