
Ilustrasi cancel culture
JawaPos.com - Di dunia dengan kemajuan teknologi sekarang ini, hampir semua orang tentu familiar dengan media sosial. Baik itu Instagram, Tiktok, Youtube, ada banyak media sosial yang memiliki algoritma dan kegunaannya masing-masing.
Sebagai orang yang familiar dengan media sosial, kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan adanya cancel culture. secara singkat, cancel culture adalah budaya dimana seseorang memboikot atau menolak presensi seseorang atau sebuah badan karena tindakan mereka yang dianggap melawan nilai.
Mulai dari perkataan seseorang di media sosial ataupun langkah perusahaan yang dianggap melawan nilai yang ada di masyarakat. Seseorang terutama influencer bisa saja terkena cancel culture di media sosial.
Cancel culture ini bisa menyerang seseorang baik yang ada dipihak yang benar maupun salah. Cancel culture ini tentunya bisa berefek pada orang yang dijadikan target cancel culture.
Mulai dari kehilangan sumber mata pencaharian, dikucilkan dalam pergaulan sosial, sampai efek dari segi psikologis. DIlansir dari Therapy Helper dan High Focus Center, berikut ini 5 efek psikologis terkenal cancel culture:
1. Kecemasan dan Depresi
Efek psikologis pertama dari terkena cancel culture adalah adanya kecemasan dan depresi. Ketika kamu menjadi target cancel culture, media sosial kamu mungkin akan dipenuhi oleh cacian dan juga makian.
Ada banyak kalimat negatif yang ditujukan kepada seseorang yang menjadi target cancel culture. Hal ini bisa membuat seseorang merasa terancam, sehingga menjadi cemas dan bisa berujung pada depresi.
Ketika seseorang terpapar banyak hal negatif yang ditujukan pada seseorang, mereka bisa goyah secara mental dna bisa berujung ke pikiran buruk seperti isolasi, membenci diri sendiri bahkan pemikiran ingin bunuh diri.
2. Emosi Tumpah Ruah
Efek psikologis kedua dari terkena cancel culture adalah adanya emosi yang tumpah ruah dalam satu badan. Ketika seseorang menjadi target cancel culture, mereka bisa merasakan banyak emosi dalam satu waktu.
Mulai dari sedih, marah, malu, kecewa, takut dan banyaknya perasaan terutama negatif memenuhi diri mereka. Hal ini tentunya tidak baik jika berlangsung dalam jangka panjang.
Terlalu banyak emosi negatif bisa merusak mental seseorang dalam waktu lama. Hal ini bisa jadi berujung pada isu mental yang lebih serius, seperti halusinasi dan depresi.
3. Kepercayaan Diri Turun
Efek psikologis ketiga dari adanya cancel culture di media sosial adalah kepercayaan diri menurun. Sebagai target dari cancel culture, seseorang tentunya akan dikirimi dan terpapar banyak kalimat merendahkan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
