Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Juli 2025 | 00.35 WIB

8 Tanda Psikologis Bahwa Seseorang Sedang Menderita Hebat dalam Diam, Meskipun Mereka Tampak Baik-Baik Saja di Permukaan

tanda seseorang mungkin sedang menderita secara emosional meski terlihat normal. Kenali dan berikan empati yang mereka butuhkan. ( frepik ) - Image

tanda seseorang mungkin sedang menderita secara emosional meski terlihat normal. Kenali dan berikan empati yang mereka butuhkan. ( frepik )

JawaPos.comSetiap hari kita bertemu dengan orang-orang yang tampaknya menjalani hidup dengan lancar. Mereka tersenyum, bercanda, bekerja, bahkan bersosialisasi dengan normal. Tapi tahukah Anda bahwa tidak semua penderitaan tampak di permukaan?

Sebagian orang sangat pandai menyembunyikan rasa sakit mereka. Entah karena takut dianggap lemah, atau karena mereka sudah terbiasa memendam semuanya sendiri. Dalam budaya yang mendorong kita untuk “selalu terlihat kuat,” banyak orang akhirnya menyimpan penderitaan mereka di balik wajah yang tampak baik-baik saja.

Dilansir dari laman Geediting, dalam artikel ini, kita akan membahas delapan tanda psikologis yang sering muncul pada orang-orang yang sebenarnya sedang menderita, namun tetap berusaha terlihat normal. Tanda-tanda ini halus, kadang sulit dikenali. Namun jika kita cukup peka, kita bisa menjadi satu-satunya orang yang menyadari bahwa seseorang di sekitar kita sebenarnya sedang terluka.

1. Mereka Selalu Mengatakan "Saya Baik-Baik Saja", Bahkan Saat Tidak

Kalimat "Saya baik-baik saja" adalah salah satu kebohongan paling umum dalam komunikasi manusia—dan sering kali, itu bukan sekadar bentuk sopan santun, tetapi cara seseorang menyembunyikan kondisi emosional yang sebenarnya.

Orang yang sedang berjuang secara mental atau emosional biasanya:

  • Enggan menunjukkan kelemahan.

  • Merasa tidak ada gunanya menceritakan beban mereka.

  • Takut dihakimi atau disalahpahami.

  • Ucapan "Saya baik-baik saja" bisa menjadi tameng emosional. Mungkin terdengar normal, tapi jika Anda sering melihat seseorang menggunakan kalimat itu secara otomatis—tanpa ekspresi yang meyakinkan, atau justru bertentangan dengan bahasa tubuhnya—itu bisa menjadi sinyal bahwa mereka sedang mengalami tekanan batin yang berat.

    Apa yang bisa kita lakukan?

    Tawarkan ruang aman untuk berbicara. Kadang seseorang hanya butuh tahu bahwa mereka tidak akan dihakimi jika mulai membuka diri.

    2. Mereka Kehilangan Minat pada Hal-Hal yang Dulu Membuat Mereka Bahagia

    Salah satu tanda klasik dari tekanan mental, terutama depresi, adalah hilangnya minat pada aktivitas yang dulu mereka sukai—disebut dengan istilah “anhedonia” dalam dunia psikologi.

    Contohnya:

    • Seorang musisi yang berhenti menyentuh alat musiknya.

  • Seorang pendaki yang tiba-tiba tak pernah lagi naik gunung.

  • Seorang pecinta buku yang tak lagi menyentuh novel favoritnya.

  • Mengapa ini terjadi? Karena penderitaan batin menguras energi emosional dan motivasi, sehingga sesuatu yang dulu menyenangkan kini terasa hambar.

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore