JawaPos.com - Tidak semua individu dapat langsung tertidur di malam hari dalam kegelapan dan ketenangan.
Beberapa orang justru merasa lebih nyaman dan cepat terlelap saat televisi masih menyala.
Bagi mereka, suara dari TV berfungsi sebagai "latar belakang" yang menenangkan pikiran.
Kebiasaan ini mungkin terdengar sepele, tetapi menurut psikologi, terdapat berbagai perilaku dan kecenderungan yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang terbiasa tidur dengan TV menyala.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (11/7), terdapat kebiasaan umum yang ditemukan pada mereka yang memerlukan televisi menyala untuk bisa tertidur, menurut kajian psikologi:
1. Cenderung Menghindari Keheningan karena Pikiran yang Aktif
Banyak orang merasakan ketidaknyamanan saat malam yang sunyi, karena saat itulah pikiran mereka lebih aktif.
Keheningan dapat memicu pikiran yang tidak diinginkan, seperti kekhawatiran, penyesalan, dan kecemasan terhadap masa depan.
Suara televisi berfungsi sebagai "pengalihan" yang mencegah mereka terjebak dalam obrolan internal yang berlebihan di pikiran mereka.
Menurut psikologi, ini biasanya berkaitan dengan overthinking, yaitu perilaku memikirkan sesuatu secara berlebihan.
Suara dari TV memberikan ketenangan karena dapat mengalihkan perhatian dari pikiran yang melingkar.
2. Memiliki Pola Tidur yang Tidak Teratur
Mereka yang tidur dengan televisi menyala seringkali memiliki pola tidur yang tidak stabil.
Mereka mungkin tertidur larut malam, terbangun di tengah malam, atau sulit untuk tertidur pada waktu-waktu tertentu.
Kebiasaan ini dapat mengindikasikan gangguan pada ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang terganggu.
Dengan menyalakan TV, mereka mencoba menciptakan suasana yang "mendukung" otak mereka untuk bersantai, meskipun cara ini dapat mengganggu kualitas tidur secara keseluruhan.
3. Menunjukkan Ketergantungan terhadap Stimulus Eksternal untuk Tenang
Orang yang tidur dengan TV menyala sering memiliki ketergantungan pada rangsangan luar agar merasa tenang atau nyaman.
Mereka tidak terbiasa menemukan ketenangan dalam diri mereka melalui teknik relaksasi alami seperti meditasi, pernapasan dalam, atau mendengarkan musik yang menenangkan.
Meskipun TV tidak dirancang untuk relaksasi, tetap saja bisa berfungsi sebagai alat bantu untuk mengalihkan kecemasan.
Ini menunjukkan tantangan dalam mengatur emosi atau meredakan diri tanpa bantuan dari luar.
4. Cenderung Memiliki Gaya Hidup yang Sangat Sibuk dan Penuh Tekanan
Banyak dari mereka yang membutuhkan TV menyala untuk tidur adalah orang-orang dengan kegiatan sehari-hari yang padat, beban kerja yang tinggi, atau tekanan emosional yang besar.
Ketika tubuh merasa lelah tetapi pikiran masih aktif, suara dari televisi dapat memberikan efek seperti "obat tidur" yang membantu mereka terlelap tanpa harus sepenuhnya menghadapi kelelahan atau stres.
Dalam psikologi, ini mungkin terkait dengan mekanisme penanganan, yaitu cara seseorang menghadapi tekanan dalam hidup.
Tidur dengan TV menyala bisa jadi merupakan salah satu bentuk mekanisme bertahan untuk meredam stres.
5. Lebih Nyaman dengan Lingkungan yang Tidak Sepi
Sebagian orang merasa lebih aman dan nyaman ketika berada di lingkungan yang tidak sepenuhnya sunyi.
Mereka mungkin tumbuh di rumah yang ramai, atau terbiasa hidup di area kota yang dipenuhi suara lalu lintas dan kehidupan malam.
Oleh karena itu, keheningan terasa aneh dan mengganggu bagi mereka.
Tidur dengan TV menyala menjadi cara untuk menciptakan "white noise sosial", yaitu suasana bising yang menyerupai kehadiran orang lain.
Ini memberikan rasa aman secara psikologis, terutama bagi mereka yang tinggal sendiri atau sering merasakan kesepian.
6. Menghadapi Sulitnya Berada Sendirian dengan Diri Sendiri
Salah satu alasan tersirat mengapa banyak orang menyalakan televisi saat tidur adalah ketidaknyamanan mereka saat sendiri.
Suara yang dihasilkan oleh TV memberikan kesan seolah-olah ada "teman" di sekitar, sehingga mereka terhindar dari perasaan sepi dan kesendirian.
Dalam psikologi, ini dikenal sebagai penghindaran introspeksi—yaitu menghindari proses untuk mengeksplorasi diri sendiri.
Bagi sebagian individu, memandang ke langit-langit dalam kondisi sepi bisa membuat mereka menghadapi pikiran atau perasaan yang tidak ingin mereka hadapi.
7. Tidak Menyadari Efek Negatif dari Kebiasaan Ini
Banyak orang yang tertidur dengan TV menyala tidak menyadari bahwa kebiasaan itu bisa berdampak negatif terhadap kualitas tidur mereka.
Cahaya biru dari layar, perubahan suara, dan rangsangan visual dari televisi dapat mengganggu siklus tidur alami, yang bisa menghalangi tidur yang berkualitas dan menyebabkan kelelahan di pagi hari.
Namun, karena sudah menjadi kebiasaan selama bertahun-tahun, mereka kesulitan untuk menghentikannya secara langsung.
Dalam psikologi, ini disebut habituasi, di mana otak telah terbiasa menerima rangsangan tertentu meskipun tidak sepenuhnya bermanfaat.
8. Menghadapi Kesulitan dalam Menyesuaikan Diri dari Siang ke Malam
Bagi sebagian orang, malam hari menandakan berakhirnya kontrol atas waktu.
Mereka merasa tidak produktif, tidak sibuk, dan perlu beristirahat—hal yang mungkin sulit diterima oleh orang yang aktif dan dinamis.
Menyalakan televisi berfungsi sebagai semacam "pengalih" untuk menghadapi kenyataan bahwa hari telah berakhir.
Dalam beberapa situasi, hal ini mungkin berasal dari ketidakmampuan untuk melihat waktu istirahat sebagai aktivitas yang produktif, atau bahkan sebagai bentuk ketakutan terhadap kematian dan ketidakpastian (kecemasan malam).
Kesimpulan
Tidur dengan televisi menyala tidak sepenuhnya merupakan kebiasaan buruk, tetapi dapat memberikan wawasan penting mengenai kondisi psikologis seseorang.
Dari pola pikir yang aktif, ketidaknyamanan dalam keheningan, hingga kesulitan dalam menghadapi kesendirian—semua hal ini bisa muncul bersamaan dalam kebiasaan buruk ini.
Bagi mereka yang merasa kebiasaan ini mulai mengganggu kualitas tidurnya, pilihan alternatif seperti mesin suara latar putih, podcast yang menenangkan, atau latihan mindfulness bisa menjadi cara yang lebih sehat untuk beralih ke tidur yang lebih damai.
Pada akhirnya, menyadari kebiasaan tidur kita adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan.
***