Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 02.28 WIB

Orang-Orang yang Semakin Kesepian Seiring Bertambahnya Usia Sering Kali Mengembangkan 10 Kebiasaan Diam Ini Tanpa Disadari Menurut Psikologi

seseorang yang semakin kesepian seiring bertambahnya usia - Image

seseorang yang semakin kesepian seiring bertambahnya usia

 
JawaPos.com - Kesepian adalah perasaan yang sangat manusiawi yang bisa dialami oleh siapa saja, terutama seiring bertambahnya usia. 
 
Namun, jika kesepian tersebut terus berlanjut, ia dapat menjadi beban emosional yang berat. 
 
Dalam pandangan psikologi, orang-orang yang merasa lebih kesepian seiring bertambahnya usia sering kali mengembangkan kebiasaan diam yang tanpa mereka sadari, justru membuat perasaan tersebut semakin berat. 
 
Kebiasaan ini biasanya muncul sebagai cara untuk melindungi diri tetapi pada akhirnya menciptakan jarak dari hubungan sosial yang sehat.
 

Dilansir dari Geediting pada Kamis (10/7), terdapat sepuluh kebiasaan diam yang sering muncul pada individu yang kesepian menurut psikologi, dan bagaimana hal ini dapat memperburuk rasa keterasingan mereka:

1. Menghindari Interaksi Sosial Kecil Seperti Menyapa Tetangga

Orang yang merasakan kesepian biasanya mulai menutup diri sedikit demi sedikit. 
 
Mereka akan berhenti menyapa tetangga, tak lagi memulai pembicaraan ringan di warung, atau bahkan berpura-pura sibuk saat ada orang lain yang lewat. 
 
Meskipun terlihat sepele, interaksi kecil ini sebenarnya sangat penting untuk mempertahankan perasaan terhubung dengan lingkungan sekitarnya.
 

2. Menarik Diri dari Komunitas dan Kelompok

Seiring berjalannya waktu, individu yang merasa kesepian dapat merasa tidak memiliki tempat dalam kelompok sosial manapun. 
 
Mereka cenderung tidak hadir dalam pertemuan keluarga, arisan, atau kegiatan komunitas. 
 
Mereka percaya tidak ada yang benar-benar memperhatikan kehadiran atau ketidakhadiran mereka, padahal pandangan ini hanyalah hasil dari perasaan terasing yang mereka alami.

3. Menghindari Percakapan yang Mendalam

Beberapa orang mungkin terlihat tetap berinteraksi, tetapi hanya sebatas permukaan saja. 
 
Mereka enggan untuk terbuka mengenai perasaan, pikiran, atau pengalaman pribadi. 
 
Menurut psikologi, ini adalah langkah untuk melindungi diri dari penolakan atau kekecewaan, tetapi pada akhirnya menciptakan hubungan yang dangkal dan kurang memuaskan secara emosional.
 
4. Berbicara pada Diri Sendiri Secara Berlebihan

Berbicara sendiri sebenarnya adalah hal yang wajar, tetapi orang yang merasakan kesepian cenderung melakukannya dengan berlebihan. 
 
Ini bukan karena mereka aneh, melainkan karena mereka kekurangan saluran sosial yang konstruktif. 
 
Pikiran manusia secara alami membutuhkan dialog dan koneksi, dan ketika hal tersebut tidak ada, mereka menciptakannya sendiri.

5. Menghindari Kedekatan Emosional dengan Orang yang Tercinta

Tanpa disadari, mereka mulai menjaga jarak dengan orang-orang terdekat, seperti anak, pasangan, atau teman lama. 
 
Mereka berpikir tidak ingin mengganggu atau merepotkan, walaupun sebenarnya mereka takut ditolak atau merasa tidak diinginkan.

6. Menghabiskan Banyak Waktu di Internet Tanpa Interaksi Sosial yang Nyata

Kesepian seringkali membuat seseorang menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton video, membaca komentar, atau sekadar berselancar di media sosial. 
 
Ironisnya, aktivitas ini cenderung bersifat pasif dan malah membuat seseorang semakin merasa terasing, karena mereka hanya menjadi pengamat, bukan bagian dari kehidupan sosial yang nyata.

7. Menolak Bantuan meskipun Sebenarnya Membutuhkan

Mereka cenderung memilih untuk menanggung beban sendiri daripada meminta bantuan, bahkan untuk hal-hal yang sepele. 
 
Ini bukan semata-mata karena ingin mandiri, tetapi karena mereka merasa tidak pantas atau tidak layak untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.
 
8. Menyibukkan Diri Secara Berlebihan untuk Menghindari Rasa Sepi

Sebagian orang mencoba menutupi kesepian dengan terus-menerus mengisi waktu dengan kesibukan: bekerja tanpa henti, membersihkan rumah tanpa akhir, atau mengejar kegiatan tiada henti. 
Ini adalah cara untuk mengalihkan perhatian dari perasaan sepi yang sulit dihadapi apabila harus dihadapi dalam kesunyian.

9. Menolak Undangan atau Ajakan dengan Alasan yang Tidak Konsisten

Saat diajak berkumpul atau bersosialisasi, mereka sering menolak dengan alasan merasa kurang sehat, memiliki banyak kesibukan, atau merasa tidak sesuai dengan lingkungan tersebut.
 
Sebenarnya, alasan yang tepat adalah mereka merasakan ketakutan dan kecemasan karena merasa tidak lagi cocok atau diterima.

Orang yang merasa kesepian biasanya sangat ingin mendapatkan perhatian atau berbicara dengan orang lain, tetapi mereka merasa enggan untuk memulai percakapan. 
 
Mereka lebih berharap agar orang lain yang datang menghampiri mereka terlebih dahulu. 
 
Sayangnya, sikap ini membuat mereka terus terjebak dalam siklus keterasingan sosial.

Kesepian bukan hanya mengenai keadaan fisik yang sendiri, melainkan juga tentang perasaan tidak "dilihat" dan "dimengerti". 
 
Dalam psikologi, banyak orang yang merasakan kesepian menjadi semakin terperangkap dalam kebiasaan-kebiasaan sunyi yang justru menjauhkan mereka dari peluang untuk menjalin hubungan yang berarti.

Mengenali sepuluh kebiasaan tenang ini merupakan langkah awal untuk menyadari dan menghadapi kesepian. 
 
Perubahan kecil seperti menyapa tetangga, membuka diri dalam percakapan, atau menerima undangan untuk berkumpul dapat menjadi awal yang baik untuk membangun kembali koneksi sosial yang sehat dan bermakna.

Pada akhirnya, manusia diciptakan untuk berhubungan satu sama lain—bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional.
 
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore