Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juli 2025 | 06.10 WIB

Mau Hubungan Awet sampai Tua? Ini 6 Kebiasaan Pasangan Harmonis Menurut Psikolog

Pasangan lansia tertawa mesra sambil duduk bersama menjadi simbol cinta yang bertahan hingga akhir hayat./Freepik. - Image

Pasangan lansia tertawa mesra sambil duduk bersama menjadi simbol cinta yang bertahan hingga akhir hayat./Freepik.

JawaPos.com- Hubungan yang sehat dan langgeng hingga usia senja biasanya berjalan seimbang dan saling memberi. Ada rasa setara dalam hal usaha menjaga hubungan tetap harmonis.

Keduanya saling peduli, menunjukkan rasa syukur, dan menghargai satu sama lain. Jika pasangan tidak bisa diandalkan atau tak membuat kamu jadi versi terbaik dirimu, itu tanda bahaya.

Dilansir dari Your Tango, berikut enam kebiasaan pasangan yang mampu tumbuh tua bersama dengan anggun menurut psikologi:

1. Menjaga Kepercayaan dan Bersikap Jujur
Kepercayaan adalah fondasi utama dalam hubungan. Kamu seharusnya merasa yakin bahwa pasanganmu punya niat baik dan tak akan menyakitimu. Kamu bisa mempercayai perkataan dan tindakannya.

Dalam hubungan sehat, kejujuran bukan sesuatu yang ditakuti. Kamu bisa bersikap terbuka tanpa takut akan konsekuensi negatif, dan sebaliknya.

2. Komitmen Menyelesaikan Konflik dengan Dewasa
Komunikasi yang terbuka, produktif, dan saling menghormati sangat penting, bahkan saat terjadi konflik. Tidak ada tempat untuk intimidasi, kekerasan verbal, atau emosi yang meledak-ledak.

Konflik sebaiknya dibahas saat emosi sudah tenang. Ini akan meningkatkan efektivitas penyelesaian masalah dan memperkuat komitmen hubungan.

3. Menjalani Hidup Berdasarkan Nilai-Nilai yang Sama
Memiliki kesamaan nilai jauh lebih penting daripada sekadar kesamaan minat. Nilai seperti komitmen, kesetiaan, pandangan soal keluarga, karier, spiritualitas, serta cara membagi waktu dan peran dalam hubungan harus sejalan.

Perbedaan nilai akan menimbulkan gesekan yang besar, bahkan membuat hubungan terasa membebani.

4. Saling Membagikan Dunia Batin Masing-Masing
Pasangan langgeng biasanya terbuka membagikan sejarah hidup mereka baik yang indah maupun menyakitkan.

Mereka saling bercerita tentang masa lalu, ketakutan, mimpi, bahkan luka yang belum sembuh.

Keterbukaan ini harus bertahap, dan setiap respons harus penuh empati. Jika tidak, kamu harus merasa aman untuk menyuarakan perasaan dan memberi umpan balik.

Metode Gottman menyarankan pasangan dan mendengarkan dengan penuh empati agar keintiman emosional tumbuh lebih dalam.

5. Menumbuhkan Empati Satu Sama Lain
Empati menjadi kunci dalam hubungan jangka panjang. Kamu dan pasangan harus bisa saling memahami, meminta maaf saat salah, serta bersikap lembut ketika dibutuhkan.

Tak ada dominasi. Keduanya berdiri sejajar, saling mendengarkan pendapat, dan menghargai sudut pandang masing-masing meskipun tidak selalu setuju.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore