
Latihan mindfulness dan olahraga ringan bisa bantu redakan pikiran negatif berlebihan. (freepik)
JawaPos.com- Kita semua pasti pernah bertemu dengan orang yang dijuluki "Si Tukang Negatif" atau "Debbie Downer" tipe orang yang selalu membayangkan skenario terburuk dalam setiap situasi. Mereka cenderung berpikir negatif dan merasa putus asa bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun.
Kondisi ini dikenal sebagai catastrophic thinking atau berpikir secara katastrofik. Para ahli menyebut ini sebagai distorsi kognitif, yaitu pola pikir yang menyimpang dari realita dan dapat menimbulkan emosi serta perilaku negatif. Pola ini bisa muncul sejak remaja maupun dewasa.
Contohnya kalimat seperti, "Aku pasti gagal" atau "Aku nggak akan terpilih." Pikiran ini biasanya muncul saat seseorang membesar-besarkan kemungkinan buruk yang bahkan belum tentu terjadi dan lama kelamaan, ini berubah jadi kebiasaan yang merusak.
Bahkan, dalam konteks kesehatan, catastrophic thinking dapat memperburuk persepsi terhadap rasa sakit kronis, membuatnya terasa lebih parah dari kenyataan.
Dilansir dari Your Tango, berikut 9 cara menghentikan pikiran negatif berlebihan saat otak mulai overthinking:
Langkah pertama adalah menyadari bahwa kamu sedang terjebak dalam pola pikir yang berbahaya. Sadari kapan pikiranmu mulai berputar dan langsung tantang kebenarannya.
Tanyakan pada diri sendiri, apakah pikiran ini berdasarkan fakta atau cuma ketakutan dan kecemasan belaka?.
Begitu kamu sadar, beri label pada pikiran negatif tersebut. Misalnya, "Oke, ini cuma pikiran katastrofik, bukan kenyataan."
Penelitian menunjukkan bahwa memberi nama pada pikiran negatif sangat membantu mengembangkan kesadaran diri dan membantumu mengubahnya jadi pola pikir yang lebih sehat.
Semakin kamu menolak pikiran negatif, semakin kuat ia muncul. Alih-alih menolaknya, terima bahwa pikiran itu ada, tapi jangan biarkan menguasaimu.
Kamu bisa mencoba latihan pernapasan, jalan santai, atau aktivitas yang kamu sukai untuk membantu menenangkan pikiran dan kembali ke saat ini.
Alihkan fokus ke apa yang sedang terjadi sekarang, bukan masa lalu atau kemungkinan buruk di masa depan.
Latih mindfulness dengan menyadari benda di sekitarmu atau kegiatan yang sedang kamu lakukan. Studi menunjukkan bahwa mindfulness dapat mengurangi kecenderungan berpikir katastrofik dan meningkatkan kesejahteraan mental.
Kalau kamu bisa membayangkan skenario terburuk, kamu juga bisa membayangkan yang terbaik.
Pikirkan bagaimana kalau semuanya justru berjalan lancar?. Melatih otak untuk melihat kemungkinan positif dapat menyeimbangkan pandanganmu.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
