Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Juni 2025 | 17.27 WIB

8 Ciri Kepribadian Orang yang Menonton TV Maraton Setiap Malam Menurut Psikologi, Apa Saja?

Kepribadian orang menonton TV maraton setiap malam menurut Psikologi - Image

Kepribadian orang menonton TV maraton setiap malam menurut Psikologi

JawaPos.com – Menonton TV secara maraton setiap malam bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga bisa mencerminkan kepribadian seseorang. Dari perspektif psikologi, pola ini sering dikaitkan dengan berbagai aspek karakter seseorang.

Beberapa orang melakukannya untuk menghilangkan penat, sementara yang lain mungkin tanpa sadar terjebak dalam kebiasaan yang sulit dihentikan. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal sering melakukan ini, mungkin ada pola psikologi tertentu di baliknya.

Dilansir dari geediting.com pada Minggu (29/6), diterangkan bahwa terdapat tujuh ciri kepribadian orang yang suka menonton TV secara maraton di setiap malam menurut Psikologi.

1. Mencari kenyamanan sehari-hari

Kebiasaan menonton serial TV secara maraton ternyata memiliki kaitan erat dengan kebutuhan akan rasa nyaman dalam rutinitas sehari-hari. Para peneliti psikologi menemukan bahwa individu yang gemar binge-watching seringkali mencari pelarian yang familiar dan menenangkan setelah hari yang melelahkan.

Menonton episode demi episode memberikan struktur yang dapat diprediksi, menciptakan semacam ritual yang menenangkan di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian. Meski demikian, perilaku ini tidak selalu mengindikasikan upaya melarikan diri dari masalah, melainkan lebih kepada metode relaksasi yang telah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

2. Karakter burung malam

Mayoritas penggemar binge-watching memiliki kecenderungan untuk tetap terjaga hingga larut malam, terutama ketika sedang asyik mengikuti alur cerita serial favorit mereka. Para psikolog mengaitkan fenomena ini dengan beberapa faktor, termasuk kecenderungan untuk lebih fokus dan produktif di malam hari, serta suasana tenang yang mendukung untuk menikmati tontonan tanpa gangguan.

Kebiasaan menunda waktu tidur demi menonton “satu episode lagi” menjadi pola yang umum di kalangan pencinta binge-watching. Menariknya, mereka justru merasa lebih nyaman dan dapat menikmati tontonan dengan lebih baik pada jam-jam larut.

3. Kemampuan fokus yang tinggi

Tidak seperti anggapan umum, kegiatan binge-watching ternyata membutuhkan tingkat konsentrasi yang cukup tinggi, terutama untuk mengikuti plot yang kompleks dan perkembangan karakter yang rumit. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa para penggemar binge-watching umumnya memiliki kemampuan mempertahankan fokus dalam jangka waktu panjang yang lebih baik dibanding rata-rata.

Aktivitas ini sebenarnya mirip dengan membaca buku, di mana seseorang harus terus mengikuti berbagai alur cerita dan mengingat detail karakter. Kemampuan untuk tetap fokus selama berjam-jam ini menjadi indikator kapasitas mental yang baik dalam mengolah informasi kompleks.

4. Dorongan menyelesaikan hingga tuntas

Para penikmat binge-watching memiliki dorongan kuat untuk menyelesaikan sesuatu hingga tuntas, terutama ketika sudah mulai mengikuti sebuah serial. Psikolog menyebut ini sebagai “need for completion” atau kebutuhan untuk menyelesaikan, yang mendorong seseorang untuk tetap menonton meskipun harus mengorbankan waktu tidur atau menghabiskan akhir pekan di depan layar.

Sifat persisten ini sebenarnya bisa menjadi kualitas positif jika diterapkan dalam aspek kehidupan lain. Meski demikian, penting untuk tetap menjaga keseimbangan agar tidak berlebihan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore