Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Juni 2025 | 18.06 WIB

7 Sifat Luar Biasa yang Dimiliki Orang-Orang yang Masih Bekerja di Usia 70-an: Pelajaran Psikologis tentang Makna, Ketangguhan, dan Kepuasan Hidup

7 Sifat Luar Biasa yang Dimiliki Orang-Orang yang Masih Bekerja di Usia 70-an: Pelajaran Psikologis tentang Makna, Ketangguhan, dan Kepuasan Hidup - Image

7 Sifat Luar Biasa yang Dimiliki Orang-Orang yang Masih Bekerja di Usia 70-an: Pelajaran Psikologis tentang Makna, Ketangguhan, dan Kepuasan Hidup

JawaPos.com - Di saat sebagian besar orang memilih menikmati masa pensiun di usia 60-an, ada sekelompok orang yang justru memutuskan tetap aktif bekerja hingga usia 70-an—dan bahkan lebih. Apa yang membuat mereka tetap semangat? Apakah itu semata karena kebutuhan finansial, atau ada hal lebih dalam yang mendorong mereka?

Psikologi memberikan jawabannya. Orang-orang yang memilih untuk tetap bekerja di usia 70-an cenderung memiliki karakteristik kepribadian yang kuat dan unik. Mereka bukan hanya bertahan dalam dunia kerja—mereka tumbuh dan memberi inspirasi.

Dilansir dari laman Geediting, berikut ini adalah tujuh sifat unik yang sering muncul dalam diri para pekerja senior yang tetap berkarya di usia emas mereka.

1. Rasa Haus Belajar yang Tak Pernah Padam

Salah satu sifat paling mencolok adalah semangat belajar yang luar biasa. Mereka tidak pernah puas dengan pengetahuan yang dimiliki. Bahkan di usia 70-an, mereka tetap mengikuti pelatihan, seminar, membaca buku, atau mencoba hal-hal baru.

Psikolog Carl Rogers menyebut bahwa orang yang benar-benar terdidik adalah mereka yang belajar cara belajar dan berubah. Semangat ini menjadikan mereka relevan di dunia kerja yang terus berkembang.

Contohnya adalah Anne, seorang guru piano berusia 74 tahun yang mempelajari cara mengajar secara daring selama pandemi. Ketika banyak orang menyerah karena kesulitan teknologi, Anne melihatnya sebagai tantangan baru.

2. Ketangguhan Mental dan Emosional yang Luar Biasa

Mereka yang tetap bekerja di usia 70-an bukanlah orang yang tak pernah gagal, tetapi mereka selalu bangkit. Dalam istilah psikologi, mereka memiliki "resilience" yang tinggi.

Mereka telah melewati badai hidup—krisis keuangan, kehilangan orang tercinta, perubahan karier—dan tetap berdiri tegak. Seperti George, seorang arsitek 73 tahun yang bangkit dari kehilangan kontrak besar dengan cara meningkatkan kualitas desainnya.

Ketangguhan inilah yang membuat mereka tidak mudah menyerah saat menghadapi rintangan. Sebaliknya, mereka melihat kesulitan sebagai peluang belajar dan berkembang.

3. Optimisme yang Konsisten, Bukan Sekadar Harapan Buta

Optimisme yang dimiliki orang-orang ini bukan sekadar harapan kosong. Mereka memiliki pola pikir positif yang realistis. Mereka percaya bahwa masa depan bisa lebih baik, asalkan terus berusaha.

Pandangan positif ini memberikan energi dan motivasi. Mereka tidak terpaku pada usia atau keterbatasan, tetapi fokus pada apa yang masih bisa dilakukan dan dinikmati.

Optimisme juga menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang di sekitar mereka—anak-anak, cucu, rekan kerja, bahkan komunitas.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore