Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Juni 2025 | 00.51 WIB

8 Perilaku Halus yang Menandakan Seseorang Sebenarnya Merasa Kesepian dalam Hidupnya Tanpa Ia Sadar, Menurut Psikologi

8 Perilaku Halus yang Menandakan Seseorang Sebenarnya Merasa Kesepian dalam Hidupnya Tanpa Ia Sadar, Menurut Psikologi - Image

8 Perilaku Halus yang Menandakan Seseorang Sebenarnya Merasa Kesepian dalam Hidupnya Tanpa Ia Sadar, Menurut Psikologi

JawaPos.com - Pernahkah Anda mengenal seseorang yang tampak selalu aktif, produktif, dan dikelilingi banyak orang, tetapi tetap terasa… kosong?

Atau mungkin Anda sendiri pernah berada dalam situasi seperti itu—tersenyum di keramaian, tetapi merasa sendiri di dalam hati?

Kesepian bukan hanya tentang tidak memiliki teman atau pasangan. Kesepian adalah perasaan terputus secara emosional, yang bisa menghantui siapa pun, kapan saja, tanpa mengenal status sosial atau kesibukan.

Yang menarik (dan menyedihkan), banyak orang tidak sadar bahwa mereka sedang merasa kesepian. Mereka mengabaikan sinyal-sinyal halus dari dalam diri, atau malah menggantikannya dengan perilaku-perilaku tertentu yang tampak wajar di permukaan, tapi sebenarnya merupakan bentuk kompensasi emosional.

Artikel ini mengulas 8 perilaku yang secara tidak sadar dilakukan oleh orang-orang yang sedang merasa kesepian, menurut perspektif psikologi dan pengalaman sosial.

Dilansir JawaPos.com dari laman Blog Herald, dengan memahami pola-pola ini, kita bisa lebih peka—baik terhadap diri sendiri maupun orang di sekitar kita.

1. Terlalu Banyak Waktu Dihabiskan di Dunia Digital

Tidak salah jika seseorang aktif di dunia digital. Namun, ketika waktu online jauh lebih dominan dibanding waktu berinteraksi secara langsung, bisa jadi itu pertanda seseorang sedang mencari pelarian dari realita sosialnya.

Orang yang merasa kesepian sering kali bersembunyi di balik layar, menggunakan media sosial, game online, forum, atau kolom komentar sebagai sarana untuk merasa “terhubung”—meski hubungan itu hanya bersifat semu.

Menurut psikologi modern, dunia maya memang menyediakan interaksi yang cepat dan mudah, namun sering kali tidak menghadirkan kedalaman emosional yang dibutuhkan manusia untuk merasa benar-benar terhubung.

Ciri khas perilaku ini:

Terus-menerus mengecek ponsel, bahkan saat bersama orang lain.

Merasa lebih nyaman ngobrol lewat chat daripada bertemu langsung.

Sering merasa "lebih hidup" di platform online.

2. Kurangnya Minat dalam Interaksi Sosial Langsung

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore