Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 16.57 WIB

Mengapa Beberapa Orang Benci saat Diberitahu Harus Melakukan Sesuatu? Ini 7 Pengalaman Masa Kecil yang Menjelaskannya, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang membenci kita (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang membenci kita (Dok. Freepik)

JawaPos.Com - Bda orang-orang yang tampak langsung menolak saat diberi arahan, meski maksudnya baik. 

Orang-orang seperti ini, bisa terlihat keras kepala, defensif, atau bahkan langsung menutup diri. 

Namun ternyata, respons semacam ini sering kali bukan karena sifat buruk atau ketidakmauan bekerja sama, melainkan merupakan cerminan dari pengalaman masa kecil mereka.

Menurut psikologi, pola interaksi di masa kanak-kanak membentuk bagaimana seseorang memandang otoritas, perintah, dan kendali atas hidupnya sendiri. 

Ketika seseorang tumbuh dalam lingkungan yang tidak memberi ruang untuk kebebasan, pilihan, atau validasi emosional, hal ini bisa berkembang menjadi penolakan terhadap segala bentuk arahan.

Dilansir dari Geediting.com, ternyata 7 pengalaman masa kecil yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang sangat membenci diberi tahu harus melakukan sesuatu, menurut kajian psikologis.

1. Pengalaman Awal dengan Otoritas Otokratis

Banyak orang dewasa yang tumbuh dengan figur otoritas yang bersifat otokratis, entah itu orang tua, guru, atau pengasuh, yang tidak memberi ruang dialog atau pilihan. Perintah bersifat satu arah: “Lakukan ini karena saya bilang begitu.”

Anak yang hidup dalam sistem seperti ini cenderung merasa bahwa suaranya tidak penting. 

Ketika dewasa, mereka bisa menjadi sangat sensitif terhadap siapa pun yang mencoba mengatur mereka, karena secara bawah sadar itu memicu kembali trauma lama tentang tidak punya kendali.

Psikologi perkembangan menyebut ini sebagai bentuk resistensi terhadap dominasi, yang muncul sebagai cara mempertahankan otonomi diri.

2. Kurangnya Pemberdayaan pada Masa Kanak-kanak

Anak-anak yang tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan atau tidak diberi kesempatan untuk memilih akan merasa bahwa hidup mereka dikendalikan oleh orang lain. 

Ketika dewasa, mereka berusaha keras mengambil kembali kontrol itu, salah satunya dengan menolak diberi tahu harus melakukan sesuatu.

Misalnya, anak yang dulu tidak boleh memilih pakaian sendiri, menentukan aktivitas, atau diberi ruang mengungkapkan pendapat, bisa tumbuh menjadi pribadi yang menolak segala bentuk arahan sebagai bentuk pemberontakan terhadap masa lalu yang membungkamnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore