Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Juni 2025 | 00.32 WIB

8 Perilaku yang Diam-diam Membuat Kamu Terlihat Rendah di Mata Orang Lain, Meski Kamu Menganggapnya Hal yang Positif

Ilustrasi bersama orang lain. (Pexels) - Image

Ilustrasi bersama orang lain. (Pexels)

JawaPos.com - Kamu bisa saja mengirimkan pesan yang salah bahkan tanpa berkata apa pun. Orang membaca segalanya: nada bicaramu, bahasa tubuhmu, waktu saat kamu memilih untuk berbicara (atau diam), bahkan kehadiranmu sendiri.

Dan meskipun kamu mungkin yakin bahwa maksud baik akan selalu dipahami dengan cara yang benar, kenyataannya sering kali berbeda.

Dalam psikologi sosial, ada konsep yang disebut thin slicing—yakni kecenderungan orang membentuk kesan pertama hanya dalam hitungan detik, berdasarkan informasi yang sangat terbatas. Singkat, sepihak, tapi tetap berdampak.

Artinya, kebiasaan kecil yang tampaknya positif bisa saja dibaca sebagai tanda ketidakpercayaan diri, kebutuhan akan validasi, atau bahkan rasa tidak aman. Dan secara tidak sadar, hal itu bisa menurunkan cara orang lain melihat nilaimu secara sosial maupun emosional.

Dilansir dari VegOut, berikut delapan perilaku umum yang bisa membuatmu tampak lebih rendah di mata orang lain, bahkan ketika niatmu sebetulnya positif. Dan bagaimana mengubahnya secara halus tanpa kehilangan dirimu sendiri?

1. Terlalu Banyak Menjelaskan Segalanya

Menjelaskan sesuatu memang terasa sopan dan jelas. Namun ketika setiap pilihan diikuti dengan paragraf panjang pembenaran, hal itu justru bisa menunjukkan kecemasan tersembunyi.

Jika ini jadi kebiasaan, kamu bisa terlihat seolah sedang meminta izin, bukannya menyatakan keputusan. Cukup katakan dengan sederhana, misalnya, “Aku pilih kopi tanpa kafein hari ini—butuh sesuatu yang lebih ringan.”

Dan biarkan saja kalimat itu berdiri sendiri. Kamu tidak perlu membenarkan ruang yang kamu ambil.

2. Meminta Maaf Padahal Tidak Melakukan Kesalahan

“Maaf ya, cuma nanya kok.”
“Maaf, tapi makanannya dingin.”

Permintaan maaf semacam ini sering diucapkan tanpa disadari. Tapi ketika jadi kebiasaan, itu bisa membuatmu tampak terlalu bertanggung jawab atas kenyamanan orang lain, bahkan untuk hal yang bukan tanggung jawabmu.

Ganti dengan ungkapan yang lebih membumi: Daripada bilang, “Maaf saya terlambat,” lebih baik ucapkan, “Terima kasih sudah menunggu.” Ucapan terima kasih menyiratkan kesadaran tanpa harus membawa beban rasa bersalah.

3. Terlalu Sering Mengecek Ponsel Saat Bersosialisasi

Sekilas terlihat sepele. Tapi setiap kali mata tertuju ke layar, sinyal yang ditangkap orang lain adalah: yang di layar lebih penting daripada yang di hadapanmu.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore