
Seorang karyawan terlihat tidak nyaman saat rapat karena koleganya terus menyela pembicaraan. (Dok. Canva)
JawaPos.com – Di setiap tempat kerja, pasti ada satu sosok yang merasa paling pintar, paling tahu segalanya, dan paling layak didengarkan.
Mereka sering memonopoli percakapan, menyela pendapat orang lain, dan dengan penuh keyakinan menyampaikan pendapat yang kadang tidak relevan, atau bahkan salah. Dalam dunia kerja, mereka dikenal sebagai si paling tahu segalanya alias the know-it-all.
Menurut laporan dari Harvard Business Review yang ditulis Amy Gallo dan dikutip dari laman ideas.ted.com, tipe rekan kerja seperti ini tidak hanya membuat suasana kerja jadi tidak nyaman, tapi juga bisa menghambat produktivitas tim secara keseluruhan.
Ciri-Ciri Si Paling “Tahu Segalanya”
Sebelum mulai bertindak, kenali dulu tanda-tanda klasik dari rekan kerja yang termasuk dalam kategori ini:
Menurut Gallo, perilaku ini bisa muncul karena budaya kerja yang justru memberi penghargaan pada mereka yang terlihat percaya diri dan seolah tahu segalanya. Dalam banyak organisasi, ketegasan kadang dianggap lebih penting daripada kolaborasi.
Lalu, Bagaimana Cara Menghadapinya?
Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan agar interaksi dengan si tahu segalanya tidak membuat frustrasi, bahkan bisa berubah menjadi hubungan kerja yang lebih sehat.
1. Pahami Motivasi di Balik Perilaku Mereka
Bisa jadi sikap sok tahu mereka adalah bentuk kompensasi dari rasa tidak aman. Dengan memahami kemungkinan alasan di balik sikap tersebut, kita bisa lebih bijak dalam merespons. Mungkin mereka hanya ingin dianggap penting dan butuh validasi. Memberi pengakuan atas kontribusi mereka saat ini bisa membantu mengurangi kebiasaan mereka untuk terus membicarakan masa lalu.
2. Hargai Hal Positif yang Mereka Miliki
Terkadang, ada pengetahuan atau pengalaman yang memang layak dihargai di balik gaya bicara yang menyebalkan. Menunjukkan penghargaan secara tulus bisa meredam kebutuhan mereka untuk terus menunjukkan superioritas.
3. Cegah Interupsi Sejak Awal
Sampaikan dengan sopan sebelum berbicara bahwa Anda butuh waktu untuk menyelesaikan pendapat tanpa disela. Misalnya, “Saya akan jelaskan dalam waktu dua menit, setelah itu kita bisa diskusi bersama.”
4. Tanggapi Interupsi dengan Tegas Tapi Tenang

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
