Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Juni 2025 | 23.54 WIB

Selalu Ingin Benar? Ini 7 Alasan Seseorang Sulit Mengakui Kesalahan Menurut Pakar

ilustrasi orang sedang berfikir (dok freepik) - Image

ilustrasi orang sedang berfikir (dok freepik)

JawaPos.com - Pertengkaran dalam suatu hubungan adalah hal yang wajar terjadi dalam kehidupan. Bahkan, menurut berbagai penelitian, perbedaan pendapat bisa menjadi bagian sehat dari suatu hubungan asalkan dikelola dengan baik.

Namun, ada sebagian orang yang tampaknya selalu ingin benar dan sangat sulit mengakui kesalahan, sekecil apa pun itu.

Entah Anda yang merasa selalu benar, atau Anda berada di posisi yang terus-menerus dianggap salah, memahami alasan di balik perilaku ini bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki dinamika hubungan atau menetapkan batasan demi kesehatan mental Anda.

Melansir dari laman Yourtango.com pada Kamis (12/6), berikut ini adalah tujuh alasan tersembunyi mengapa seseorang enggan mengakui bahwa mereka salah menurut para pakar.

1. Takut Akan Konsekuensi dan Merasa Tidak Aman

Ketakutan adalah alasan umum mengapa seseorang sulit mengakui kesalahan. Mereka khawatir pengakuan tersebut akan merusak reputasi, kredibilitas, atau pandangan orang lain terhadap diri mereka. Rasa takut ini seringkali mengalahkan kesadaran mereka akan kebenaran.

"Ketakutan terhadap dampak sosial dan emosional membuat seseorang lebih memilih menyangkal kesalahan daripada jujur," — Sidhharrth S. Kumaar, Chief Happiness Officer, NumroVani.

2. Terlalu Terobsesi dengan Citra Diri

Beberapa orang memiliki citra diri yang tidak realistis atau palsu, dan berusaha keras untuk mempertahankannya. Mereka merasa bahwa mengakui kesalahan berarti menghancurkan citra sempurna yang telah dibangun.

"Orang-orang seperti ini hidup dalam bayang-bayang ekspektasi palsu yang mereka ciptakan sendiri," — Sidhharrth S. Kumaar.

3. Tidak Mampu Melihat di Luar Diri Sendiri

Kesulitan mengakui kesalahan sering kali berakar dari ego yang besar dan ketakutan akan terlihat bodoh. Mereka hanya fokus pada diri sendiri, tanpa mampu mempertimbangkan sudut pandang orang lain.

"Ketika kita terlalu terjebak dalam kepribadian kita, kita kehilangan akses pada kebijaksanaan batin dan terperangkap dalam ketakutan," — Roland Legge, Burnout Coach Bersertifikat.

4. Kurangnya Kesadaran Diri (Self-Awareness)

Salah satu alasan paling beracun adalah kurangnya kesadaran diri. Mereka jarang melakukan refleksi diri, sehingga tidak menyadari bagaimana perilaku mereka memengaruhi orang lain. Ini bisa memicu perilaku defensif, perfeksionisme, bahkan penghindaran konflik.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore