Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Juni 2025 | 02.11 WIB

Membedakan Cinta yang Sehat dan Menyakitkan dalam Hubungan Remaja agar Tidak Terjebak Rasa Takut

Ilustrasi pasangan remaja (Freepik) - Image

Ilustrasi pasangan remaja (Freepik)

JawaPos.com – Remaja kerap membentuk pemahaman tentang cinta dari tayangan populer yang menggambarkan hubungan secara keliru sebagai bentuk pengorbanan tanpa batas.

Cinta sehat merupakan hubungan emosional yang dilandasi rasa hormat, kepercayaan, dan ruang untuk tumbuh bersama.

Menurut Urvashi Musale, Pakar Perilaku Anak dan Remaja serta Pendiri ProParent di India, cinta yang sehat membangun rasa aman emosional tanpa tekanan atau kendali.

Memahami perbedaan antara cinta sehat dan cinta yang menyakitkan membantu remaja menjaga hubungan emosional yang mendukung pertumbuhan pribadi.

Baca Juga: 7 Alasan Pria Usia 30-an Enggan Berkomitmen dalam Hubungan dan Pentingnya Memahami Faktor Psikologisnya

Berikut membedakan cinta sehat dan cinta yang menyakitkan dalam hubungan remaja agar tidak terjebak rasa takut dilansir dari laman zeenews india, Jumat (6/6):

1. Cinta Sehat Memberi Rasa Aman

Hubungan yang sehat membuat remaja merasa tenang, diterima, dan tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain. Kepercayaan dan komunikasi terbuka menjadi landasan hubungan yang mendorong saling menghargai.

Perbedaan pendapat tidak berubah menjadi ancaman atau paksaan. Cinta yang aman memberikan ruang untuk berkembang dan tetap menjadi diri sendiri.

2. Cinta Menyakitkan Menciptakan Ketakutan

Hubungan menyakitkan sering memicu perasaan bersalah, cemas, dan takut kehilangan. Pasangan yang mengontrol menyamarkan manipulasi sebagai bentuk kepedulian.

Remaja dapat kehilangan kepercayaan diri akibat pola hubungan yang tidak stabil. Cinta seperti ini sering memunculkan siklus emosi yang melelahkan dan menguras energi.

3. Kontrol Terselubung Sering Diabaikan

Pasangan bisa menunjukkan rasa cemburu atau posesif dengan dalih perhatian. Tindakan seperti memeriksa ponsel atau membatasi pertemanan bisa terlihat "normal" di awal.

Remaja mulai mengorbankan kebebasan pribadi demi menjaga hubungan tetap berjalan. Seiring waktu, kendali ini dapat menghapus jati diri dan kebahagiaan pribadi.

4. Manipulasi Emosional Terjadi Perlahan

Hubungan menyakitkan tidak selalu terasa buruk sejak awal. Sering dimulai dari kompromi kecil yang bertambah tanpa disadari.

Lama-kelamaan, seseorang merasa tidak bebas menyuarakan pendapat atau keinginannya. Jika merasa tertekan atau terisolasi, penting untuk mempertimbangkan ulang hubungan tersebut.

5. Refleksi Diri Sangat Penting

Tiga pertanyaan utama perlu diajukan: Apakah merasa aman, didukung, dan bebas berekspresi. Jawaban jujur dapat membantu mengenali dinamika yang merugikan.

Mengabaikan perasaan sendiri hanya memperpanjang dampak emosional negatif. Langkah awal menuju hubungan sehat adalah mengenali apa yang tidak sehat.

6. Dukungan Eksternal Sangat Membantu


Bantuan dari teman dekat, keluarga, atau profesional sangat berarti dalam masa transisi. Lembaga konseling seperti iCall dan Snehi di India menyediakan layanan konseling rahasia.

Dukungan ini membantu memperjelas situasi yang sebelumnya membingungkan. Langkah kecil seperti berbicara dengan seseorang bisa membuka jalan menuju pemulihan.

7. Cinta Seharusnya Memulihkan Luka

Cinta yang sehat membuat seseorang merasa dihargai, tidak takut ditinggalkan, dan mampu tumbuh secara emosional. Hubungan tidak seharusnya mengubah seseorang menjadi lebih kecil demi mempertahankan pasangan.

Keseimbangan emosional dan saling menghormati adalah dasar hubungan yang mendukung. Cinta bukan tentang pengorbanan tanpa batas, melainkan tentang pertumbuhan bersama.

Mengenali tanda cinta sehat dan cinta yang menyakitkan pada masa remaja membantu membangun hubungan emosional yang saling menguatkan tanpa tekanan.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore