Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Mei 2025 | 20.49 WIB

Jika Kamu Merasa Selalu Sibuk Tetapi Tidak Pernah Merasa Maju, Mungkin 8 Kebiasaan Kerjamu Ini yang Menjadi Masalahnya

Ilustrasi seseorang yang merasa selalu sibuk. (Freepik). - Image

Ilustrasi seseorang yang merasa selalu sibuk. (Freepik).

JawaPos.com - Ada perbedaan besar antara sekadar sibuk dan benar-benar produktif. Seseorang bisa merasa dikejar waktu sepanjang hari, tetapi tetap merasa tidak ada hal berarti yang berhasil dicapai.

Jika itu yang sedang dirasakan, mungkin saatnya berhenti sejenak dan mengevaluasi kembali pola kerja yang selama ini dijalani. Bisa jadi, kebiasaan yang terlihat produktif justru membuat waktu dan energi terbuang sia-sia.

Menjadi sibuk memang kerap memberi kesan sedang bekerja keras. Padahal, tak jarang itu hanya berarti sedang terjebak dalam rutinitas yang kurang efektif.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (31/5), berikut delapan kebiasaan kerja yang bisa membuat seseorang merasa terus sibuk, tetapi tak kunjung maju. Mengubahnya bisa menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih nyata.

1. Terlalu Sering Multitasking

Di era kerja modern, multitasking sering dianggap sebagai kemampuan unggulan. Mengerjakan beberapa tugas sekaligus bahkan kerap dijadikan ukuran produktivitas.

Namun kenyataannya, otak manusia tidak dirancang untuk fokus pada banyak hal dalam satu waktu. Pergantian fokus secara terus-menerus justru membuat pekerjaan menjadi kurang optimal.

Studi menunjukkan bahwa multitasking bisa menurunkan produktivitas hingga 40 persen serta meningkatkan tingkat stres. Hal ini juga berisiko menyebabkan kesalahan kerja dan hasil yang tidak maksimal.

2. Tidak Mampu Menentukan Prioritas

Tugas yang menumpuk tanpa urutan yang jelas hanya akan membuat seseorang kehabisan energi lebih cepat. Banyak orang sibuk mengerjakan banyak hal, tetapi tidak menyentuh hal yang benar-benar penting.

Memperlakukan semua tugas seolah sama pentingnya akan menyulitkan dalam menentukan arah dan fokus. Akibatnya, proyek besar pun tak kunjung selesai. Menentukan prioritas membantu menyaring tugas mana yang paling berdampak. Dengan begitu, waktu dan energi bisa digunakan secara lebih bijak.

3. Mengabaikan Waktu Istirahat

Banyak yang masih percaya bahwa bekerja tanpa henti adalah tanda dedikasi. Padahal, otak hanya mampu fokus maksimal dalam rentang waktu tertentu sebelum produktivitas mulai menurun.

Siklus alami tubuh, atau ultradian rhythm, menunjukkan bahwa setelah sekitar 90 menit bekerja fokus, otak membutuhkan jeda untuk kembali segar. Menyisipkan waktu istirahat singkat secara teratur justru bisa meningkatkan kualitas kerja, memperkuat konsentrasi, dan mendorong kreativitas.

4. Menetapkan Target yang Terlalu Ambisius

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore