
Ilustrasi seseorang sedang melihat-lihat barang di dalam butik mewah yang eksklusif. (Freepik)
JawaPos.com - Memasuki sebuah butik mewah memang sering kali memberikan pengalaman belanja yang sangat berbeda dari toko biasa. Segalanya terasa lebih eksklusif, mulai dari suasana hening, desain interior yang megah, hingga cara pelayanan personal yang diberikan oleh para staf terlatih.
Namun, bagi sebagian orang kaya baru, ada beberapa ungkapan tertentu yang tanpa sadar mereka ucapkan saat berada di sana. Ucapan-ucapan ini dapat dengan cepat menunjukkan bahwa mereka adalah pendatang baru atau belum terbiasa dengan etiket dunia belanja barang-barang mewah. Melansir Geediting.com pada Minggu (25/05), berikut sembilan hal yang sering diucapkan.
1. "Ada diskon nggak?"
Pertanyaan mengenai diskon atau potensi potongan harga adalah satu di antara hal pertama yang sering keluar dari mulut mereka. Di toko mewah, harga sudah ditetapkan dengan pasti dan jarang sekali ada tawar-menawar seperti yang biasa dilakukan di pasar tradisional.
2. "Berapa harganya?"
Mereka cenderung langsung menanyakan harga produk dengan sangat lugas dan tanpa basa-basi begitu melihat sebuah barang. Umumnya, pengunjung toko mewah yang berpengalaman akan lebih dulu mengagumi detail serta kualitas produk sebelum membahas aspek finansialnya secara langsung.
3. "Ini asli kan?"
Keraguan mendasar terhadap keaslian barang sering kali terucap karena mereka mungkin belum terbiasa atau kurang percaya pada reputasi butik tersebut. Toko-toko mewah menjamin penuh keaslian setiap produknya, sehingga pertanyaan ini terasa tidak relevan bagi pelanggan setia.
4. "Ini yang paling murah?"
Pencarian terhadap barang dengan harga termurah menunjukkan bahwa fokus utama mereka adalah pada nilai ekonomi, bukan pada nilai artistik atau pengalaman kemewahan. Di lingkungan butik mewah, prioritas utama pembeli umumnya bukan harga paling rendah yang tersedia untuk sebuah produk.
5. "Wow, mahal banget ya?"
Komentar spontan tentang harga yang terlampau tinggi sering terlontar saat melihat label harga sebuah item. Bagi pembeli biasa, harga tersebut mungkin terasa mengejutkan, namun bagi pelanggan setia itu adalah standar normal dari kualitas dan eksklusivitas.
Baca Juga: Inilah 7 Karakteristik Unik Orang yang Rela Memungut Sampah Bukan Bekas Buangannya Sendiri
6. "Saya bisa beli kok!"
Ungkapan mengenai kemampuan membeli barang mewah terasa seperti upaya validasi diri atau keinginan untuk memamerkan kekayaan kepada staf toko. Pembeli berpengalaman biasanya tidak perlu menyatakan kemampuan finansial mereka secara langsung atau berlebihan kepada siapa pun.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
