Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Mei 2025 | 22.27 WIB

9 Hal yang Tak Pernah Dilakukan Orang yang Menghargai Privasi di Depan Umum, Apa Saja?

Ilustrasi orang yang menjaga privasi. (freepik.com/freepik) - Image

Ilustrasi orang yang menjaga privasi. (freepik.com/freepik)

JawaPos.com - Di dunia yang mana privasi menjadi sangat jarang dihargai, apalagi ketika media sosial sudah menguasa hidup kita.

Oleh karena itu, mereka yang tetap menjaga privasinya akan berbeda dengan yang lain karena mempertahankan keaslian diri tanpa tergerus jaman.

Dilansir dari laman Baseline Mag pada Minggu (25/05), inilah 9 hal yang tak pernah dilakukan orang yang menghargai privasi di depan umum.

1. Mereka tidak pernah berbagi detail pribadi secara berlebihan

Kamu mungkin telah membaca postingan tentang menetapkan batasan dalam hubungan, di mana membahas bagaimana aspek-aspek tertentu dari kehidupan pribadi dari konflik keluarga, masalah intim, trauma yang belum terselesaikan.

Orang-orang yang menghargai privasi cukup menghormati diri sendiri dan orang-orang di sekitar mereka untuk tidak mengubah tempat umum menjadi sesi terapi pribadi.

Mereka menyadari bahwa beberapa percakapan harus tetap tertutup, terutama jika diskusi ini bermuatan emosional atau sarat dengan detail sensitif.

Orang-orang di Psikologi Positif mendukung hal ini, mencatat bahwa menjaga batas-batas pribadi yang sehat menumbuhkan harga diri dan kesejahteraan emosional.

2. Mereka tidak pernah menyiarkan drama pribadi yang sedang berlangsung

Kita semua telah menyaksikannya di beberapa titik pertengkaran telepon yang panas di supermarket atau krisis yang penuh air mata di ruang istirahat kantor.

Tentu saja, hidup terjadi, dan emosi terkadang bisa membuat kita lengah. Tetapi secara umum, mereka yang menghargai privasi cenderung menyimpan ketegangan dan krisis pribadi yang belum terselesaikan di belakang layar.

3. Mereka tidak pernah mencari validasi dengan membagikan setiap pencapaian

Tidak ada yang salah secara inheren dengan merayakan pencapaian, tetapi individu yang benar-benar menghargai privasi mereka sering kali lebih memilih untuk membiarkan pekerjaan berbicara sendiri.

Mereka tidak terus-menerus mencari validasi eksternal dengan merinci semua pencapaian. Bukannya tidak bangga dengan tonggak sejarah tapi hanya saja tidak terlalu bergantung pada pujian publik untuk merasa baik tentang diri sendiri.

Seperti yang ditekankan oleh Daniel Goleman, psikolog terkenal dan penulis Emotional Intelligence, kepercayaan diri sejati berasal dari dalam, bukan dari tepuk tangan orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore