Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 17.10 WIB

Waspada! Ini 7 Tanda Halus Penghinaan dan Dendam yang Menggerogoti Hubungan Cinta

Ilustrasi sepasang kekasih yang menunjukkan ketidaksepakatan atau ketidaknyamanan, menggambarkan adanya tanda-tanda halus dalam hubungan. (Freepik) - Image

Ilustrasi sepasang kekasih yang menunjukkan ketidaksepakatan atau ketidaknyamanan, menggambarkan adanya tanda-tanda halus dalam hubungan. (Freepik)

JawaPos.com - Menjaga hubungan tetap sehat dan harmonis adalah impian semua pasangan yang saling mencintai. Tapi tanpa disadari, ada perasaan negatif yang bisa muncul perlahan dan melemahkan hubungan dari dalam.

Dua perasaan yang paling berbahaya adalah penghinaan (contempt) dan dendam (resentment). Keduanya sering datang diam-diam, tapi bisa merusak kedekatan emosional dan cara berkomunikasi jika tidak disadari sejak awal.

Melansir Geediting.com pada Jumat (23/05), inilah beberapa tanda halus yang perlu diwaspadai menurut pandangan psikologi.

1. Perlakuan Diam (Silent Treatment)

Tanda satu di antara yang sering muncul adalah perlakuan diam atau menolak berbicara sama sekali dengan pasangan. Ini bukan hanya kurangnya komunikasi, namun secara aktif menarik diri dari koneksi emosional yang seharusnya terjalin.

2. Kritik Tiada Henti

Kritik yang terus-menerus dan tanpa henti terhadap pasangan adalah indikator serius adanya masalah. Kritik ini sering kali tidak konstruktif, justru bertujuan merendahkan harga diri serta kepercayaan diri pasangan.

3. Kurangnya Empati

Sulitnya menunjukkan empati atau tidak mencoba memahami perasaan pasangan adalah tanda berikutnya. Pasangan akan merasa terisolasi dan tidak dipahami ketika tidak ada usaha untuk merasakan apa yang mereka alami.

4. Memutar Bola Mata (Eye-Rolling)

Gesture non-verbal seperti memutar bola mata saat pasangan berbicara adalah bentuk penghinaan yang sangat jelas. Tindakan ini menunjukkan rasa tidak hormat atau bahkan meremehkan apa yang sedang dikatakan oleh pasangan.

5. Sikap Defensif Berlebihan

Selalu bersikap defensif dan tidak mau menerima masukan adalah tanda lain dari masalah yang memburuk. Sikap ini menghalangi komunikasi terbuka serta jujur, menghambat penyelesaian konflik dalam hubungan.

6. Kompensasi Berlebihan

Terkadang, salah satu pihak menunjukkan kompensasi berlebihan atau sikap yang terlalu baik untuk menutupi perasaan negatif. Perilaku ini mungkin dilakukan untuk menyembunyikan rasa bersalah atau dendam yang terpendam di dalam hati.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore