
Ilustrasi kebiasaan orang yang sangat tenang (jcomp/freepik.com)
JawaPos.com - Ketenteraman batin bukanlah sesuatu yang datang begitu saja ia dibentuk dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang konsisten.
Dengan membangun rutinitas yang sehat dan pola pikir yang positif, maka kamu mampu melatih diri untuk mempunyai pikiran yang lebih tenang dan stabil.
Baik melalui perencanaan secara bijak maupun pengalaman hidup, orang-orang yang tampak tenang dalam menghadapi tekanan biasanya sudah mengembangkan kebiasaan tertentu yang membantu mereka tetap terkendali.
Melansir Nick Wignall, berikut beberapa kebiasaan orang yang sangat tenang dan bisa dilakukan sehari-hari, salah satunya menjaga ekspektasi terkendali.
1. Menjaga ekspektasi terkendali
Menghadapi kenyataan bahwa kita tidak senantiasa bisa mengendalikan segalanya memang tidak mudah. Bagi sebagian orang, perasaan tidak berdaya terasa sangat tidak nyaman seolah mereka kehilangan pegangan atas hidupnya sendiri.
Akibat dorongan untuk tetap merasa mengendalikan keadaan, banyak dari kita akhirnya memaksakan harapan bahwa semuanya harus berjalan sesuai keinginan. Namun saat kenyataan berkata lain, di mana hal yang muncul justru rasa frustasi, stres, bahkan kekecewaan mendalam.
Jika kamu terus-menerus menyalahkan diri sendiri atas hal-hal yang sebenarnya di luar kendalimu, maka beban mental yang ditanggung akan semakin berat. Belajar membedakan antara hal yang bisa diubah dan hal yang perlu diterima merupakan kunci menjaga kesehatan mental dan menjalani hidup dengan lebih tenang.
2. Bertanggung jawab atas tindakannya
Harapan tak selalu tentang optimisme, itu sering kali adalah cara halus kita menenangkan rasa takut terhadap hal-hal yang tak mampu kita kendalikan. Ketika kenyataan terasa kacau, kita menciptakan skenario dalam pikiran agar tetap merasa punya kendali, walau itu hanyalah ilusi sementara.
Bukan berarti kita harus berhenti berharap, tetapi penting dalam menyadari kapan harapan menjadi pelarian dari kenyataan tersebut. Kekuatan mental sejati muncul saat kita dapat menjadi lebih menerima ketidakpastian tanpa perasaan kehilangan arah akan setiap langkah.
3. Melakukan JOMO
Orang yang benar-benar tenang tidak terjebak dalam FOMO (Fear of Missing Out), namun memilih merangkul JOMO (Joy of Missing Out) atau kegembiraan karena tidak ikut serta. Mereka menyadari bahwa melewatkan momen seru bukanlah kerugian besar jika itu berarti mereka bisa menjaga komitmen pada diri sendiri, mempertahankan kesehatan mental dan fisik, serta hidup selaras dengan nilai-nilai pribadi.
Daripada mengambil keputusan karena takut tertinggal, mereka memilih berdasarkan apa yang penting dalam jangka panjang. Dengan memeluk JOMO, maka kamu tidak hanya memperoleh ketenangan, tetapi juga kepuasan yang lebih mendalam dan bertahan lama.
4. Menetapkan batasan yang sehat

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
