Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 12.25 WIB

3 Tanda Mental Masih Lemah, Salah Satunya Mudah Tersinggung

Ilustrasi orang yang memiliki mental lemah (Dok. Pixabay) - Image

Ilustrasi orang yang memiliki mental lemah (Dok. Pixabay)


JawaPos.com 
- Mental yang kuat sering kali jadi fondasi utama seseorang dalam menjalani hidup.

Bukan cuma soal tahan banting, tapi juga tentang seberapa mampu seseorang menghadapi tekanan, omongan, hingga keputusan besar dalam hidup.

Sebaliknya, mental yang belum terbentuk kuat biasanya menunjukkan tanda-tanda tertentu, meskipun tidak selalu disadari.

Dilansir dari kanal YouTube Merry Riana, berikut ini tiga pertanda umum yang bisa jadi cerminan bahwa mental masih dalam tahap yang lemah.

1. Mudah Tersinggung

Seseorang yang mudah merasa tersinggung biasanya punya tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap perkataan atau sikap orang lain.

Misalnya, saat ada orang lain yang sedang berbicara pelan atau berbisik, langsung merasa bahwa dirinya sedang dibicarakan.

Padahal, belum tentu hal itu benar. Reaksi berlebihan seperti marah, ngambek, atau merasa diserang secara pribadi bisa menjadi indikator bahwa kontrol emosi masih rentan.

Situasi semacam ini bisa membuat hari-hari terasa lebih berat, karena banyak energi yang terkuras hanya untuk merespons hal-hal kecil.

Kemampuan untuk mengendalikan reaksi terhadap ucapan atau perlakuan orang lain menjadi bagian penting dari proses membentuk mental yang lebih stabil.

2. Gampang Terpengaruh dan Tidak Punya Pendirian

Ketika seseorang sering kali berubah haluan hanya karena komentar orang lain, ini bisa menjadi pertanda bahwa dirinya belum punya pendirian yang kokoh.

Misalnya, sudah punya rencana untuk menikah di usia tertentu, namun membatalkannya setelah mendengar saran teman yang menyarankan untuk beli rumah dulu.

Belum selesai menabung untuk rumah, muncul komentar lain yang bilang mending uangnya dipakai untuk traveling.

Lalu, ikut saran itu juga. Akhirnya, uang habis untuk liburan, tapi tujuan awal tak tercapai.

Kondisi seperti ini memperlihatkan betapa pentingnya memiliki arah yang jelas dalam hidup.

Mendengarkan orang lain itu perlu, tapi tetap harus tahu mana keputusan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi diri sendiri.

3. Sulit Mengakui Kesalahan

Mental yang kuat tidak membuat seseorang jadi sempurna. Justru, orang-orang yang mentalnya stabil biasanya punya ruang yang cukup dalam dirinya untuk mengakui kesalahan.

Namun, ketika mental masih lemah, yang muncul biasanya justru pembelaan berlebihan, bahkan sampai menyalahkan orang lain.

Kesalahan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan permintaan maaf sederhana malah berubah jadi konflik berkepanjangan.

Kemampuan untuk mengakui kesalahan dan memperbaikinya adalah bagian penting dari proses menjadi pribadi yang matang.

Nah setelah menetahu ciri-cirinya, mumpung masih punya waktu, mari perbaiki cara berpikir dan melatih ketahanan batinmu.

Kenapa? Karena dunia ini akan terus berjalan, dan yang bertahan bukan yang paling pintar, tapi siapa yang paling siap.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore