
Ilustrasi orang yang memiliki mental lemah (Dok. Pixabay)
JawaPos.com - Mental yang kuat sering kali jadi fondasi utama seseorang dalam menjalani hidup.
Bukan cuma soal tahan banting, tapi juga tentang seberapa mampu seseorang menghadapi tekanan, omongan, hingga keputusan besar dalam hidup.
Sebaliknya, mental yang belum terbentuk kuat biasanya menunjukkan tanda-tanda tertentu, meskipun tidak selalu disadari.
Dilansir dari kanal YouTube Merry Riana, berikut ini tiga pertanda umum yang bisa jadi cerminan bahwa mental masih dalam tahap yang lemah.
1. Mudah Tersinggung
Seseorang yang mudah merasa tersinggung biasanya punya tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap perkataan atau sikap orang lain.
Misalnya, saat ada orang lain yang sedang berbicara pelan atau berbisik, langsung merasa bahwa dirinya sedang dibicarakan.
Padahal, belum tentu hal itu benar. Reaksi berlebihan seperti marah, ngambek, atau merasa diserang secara pribadi bisa menjadi indikator bahwa kontrol emosi masih rentan.
Situasi semacam ini bisa membuat hari-hari terasa lebih berat, karena banyak energi yang terkuras hanya untuk merespons hal-hal kecil.
Kemampuan untuk mengendalikan reaksi terhadap ucapan atau perlakuan orang lain menjadi bagian penting dari proses membentuk mental yang lebih stabil.
2. Gampang Terpengaruh dan Tidak Punya Pendirian
Ketika seseorang sering kali berubah haluan hanya karena komentar orang lain, ini bisa menjadi pertanda bahwa dirinya belum punya pendirian yang kokoh.
Misalnya, sudah punya rencana untuk menikah di usia tertentu, namun membatalkannya setelah mendengar saran teman yang menyarankan untuk beli rumah dulu.
Belum selesai menabung untuk rumah, muncul komentar lain yang bilang mending uangnya dipakai untuk traveling.
Lalu, ikut saran itu juga. Akhirnya, uang habis untuk liburan, tapi tujuan awal tak tercapai.
Kondisi seperti ini memperlihatkan betapa pentingnya memiliki arah yang jelas dalam hidup.
Mendengarkan orang lain itu perlu, tapi tetap harus tahu mana keputusan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi diri sendiri.
3. Sulit Mengakui Kesalahan
Mental yang kuat tidak membuat seseorang jadi sempurna. Justru, orang-orang yang mentalnya stabil biasanya punya ruang yang cukup dalam dirinya untuk mengakui kesalahan.
Namun, ketika mental masih lemah, yang muncul biasanya justru pembelaan berlebihan, bahkan sampai menyalahkan orang lain.
Kesalahan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan permintaan maaf sederhana malah berubah jadi konflik berkepanjangan.
Kemampuan untuk mengakui kesalahan dan memperbaikinya adalah bagian penting dari proses menjadi pribadi yang matang.
Nah setelah menetahu ciri-cirinya, mumpung masih punya waktu, mari perbaiki cara berpikir dan melatih ketahanan batinmu.
Kenapa? Karena dunia ini akan terus berjalan, dan yang bertahan bukan yang paling pintar, tapi siapa yang paling siap.
***

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
