
Ilustrasi orang yang lebih pedalı dengan suasana restoran dibanding makanannya.
JawaPos.com - Ketika seseorang hendak pergi ke restoran, mungkin beberapa dari mereka adalah suka melihat suasananya dulu dibanding makanannya. Entah itu hanya mencari ketenangan atau kebutuhan untuk upload di media sosial.
Terlepas dari tujuannya, mereka sama sekali tidak mempermasalahkan makanan, begitu melihat tempatnya nyaman dan estetik, pikiran mereka langsung tertuju ka restoran tersebut.
Dilansir dari laman Geediting, orang yang lebih peduli suasana restoran dibanding makanannya, sering kali punya 8 perilaku ini :
1. Mereka suka mencari pengalaman
Bagi mereka yang fokusnya lebih pada suasana daripada makanannya saat di restoran, ini sering kali tentang pengalaman keseluruhan daripada hanya makanan itu sendiri.
Orang-orang ini cenderung menjadi pencari pengalaman. Mereka menikmati tidak hanya rasa makanan, tetapi juga suasana yang mengelilinginya. Ini tentang membenamkan diri di dunia yang berbeda, bahkan jika untuk untuk satu malam.
Mereka suka menikmati musik, menikmati dekorasi, atau mengamati tarian pelayan. Mereka menemukan kegembiraan dalam setiap detail, dari cara menu dirancang hingga pilihan peralatan makan.
2. Mereka adalah pengamat yang teliti
Setiap kali kami makan di luar bersama, dia akan menghabiskan beberapa menit pertama mengamati tempat itu, menghargai detail yang lebih halus. Dia akan memperhatikan hal-hal terkecil seperti rangkaian bunga di meja atau pola wallpaper.
Kemampuannya untuk melihat dan menghargai detail-detail kecil ini selalu membuat kagum. Seolah-olah mereka memiliki indra keenam untuk harmoni estetika.
Pengamatan yang teliti ini tidak terbatas pada hanya mengkritik, tapi juga menghargai dan memuji upaya yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan.
3. Mereka sering condong ke arah kreativitas
Para peneliti telah menemukan korelasi antara kepekaan terhadap pengalaman estetika dan kreativitas. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Creativity Research Journal menemukan bahwa individu yang menunjukkan kepekaan estetika yang kuat, seperti menghargai suasana di restoran, sering kali mendapat nilai lebih tinggi pada tes kreativitas.
Menghargai suasana berarti menghargai kesenian dan kreativitas, seperti skema warna, tata letak, pencahayaan, dan bahkan pilihan musik. Ini tentang melihat dan menghargai upaya yang telah dilakukan untuk menciptakan suasana hati atau pengalaman tertentu.
4. Mereka menghargai hubungan emosional

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
