
Ilustrasi orang yang packing berlebihan saat liburan.(Sumber: freepik).
JawaPos.com - Orang yang packing berlebihan saat pergi libur akhir pekan mungkin terlihat cukup ribet, bahkan seperti mau pindahan.
Seperti kita tahu bahwa liburan akhir pekan hanya 2 hari dan sepertinya membawa sedikit barang saja sudah cukup, tapi hal ini tentunya berbeda bagi mereka yang suka packing berlebihan.
Dilansir dari laman DM News pada Minggu (04/05) orang yang suka packing berlebihan saat pergi libur akhir pekan, biasanya punya 7 sifat ini :
1. Mereka merencanakan setiap skenario berbagai kemungkinan
Salah satu ciri khas overpackers adalah keinginan untuk menutupi setiap kontinjensi. Bagaimana jika hujan turun? Bagaimana jika ada makan malam mewah? Bagaimana jika memutuskan untuk pergi berlari?
"Bagaimana jika" ini dapat berlipat ganda, membuatnya terasa seolah-olah membutuhkan seluruh pakaian di lemari. Menariknya, pola pikir ini sering kali muncul dari ketakutan yang lebih dalam akan hal yang tidak diketahui atau kebutuhan untuk terlalu siap.
Ketika kita khawatir, otak memainkan skenario ekstrem dengan kejelasan yang mengejutkan. Keanehan psikologis inilah yang menuntun kita untuk mengemas sepatu olahraga "untuk berjaga-jaga" atau membawa pakaian renang di musim dingin.
2. Mereka membingungkan kesiapan dengan massal
Orang yang suka packing berlebihan saat pergi libur akhir pekan, sering percaya bahwa semakin banyak barang yang mereka bawa, semakin baik persiapan mereka.
Pada kenyataannya, bersiap-siap tidak ada hubungannya dengan berapa banyak barang yang kamu kemas dan lebih banyak hubungannya dengan memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan.
Ini tentang perencanaan yang efektif, bukan menumpuk barang-barang yang "mungkin" digunakan suatu hari nanti. Lagi pula, berkemas ringan tidak berarti kamu kurang siap, tapi berarti secara selektif siap untuk hal-hal yang penting.
3. Suka melebih-lebihkan kebutuhan akan variasi
Beberapa orang yang suka packing berlebihan memperlakukan setiap perjalanan seperti peragaan busana, membawa pakaian yang cukup untuk diganti tiga kali sehari.
Seperti yang dikatakan Greg McKeown, penulis Essentialism, "Jika kamu tidak memprioritaskan hidup, orang lain akan melakukannya."
Meskipun dia mungkin tidak berbicara tentang koper, prinsipnya berlaku. Jika tidak sengaja memilih pakaian yang benar-benar melayani tujuan dalam perjalanan, akan berakhir dengan mengisi tas dengan barang-barang yang tidak mungkin dikenakan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
