
Ilustrasi seseorang yang sedang merenung dengan ekspresi wajah tegang (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Merawat kulit wajah dengan berbagai produk mahal memang sering dianggap cara utama menjaga penampilan awet muda. Namun, terkadang ada faktor lain yang justru punya dampak lebih besar pada proses penuaan dini seseorang.
Faktor itu seringkali berkaitan erat dengan pola pikir dan kebiasaan emosional yang mungkin tidak kita sadari dampaknya. Kebiasaan-kebiasaan ini bisa menguras energi tubuh dan pikiran, membuat kita terlihat lebih letih dari seharusnya.
Melansir dari Geediting.com, Sabtu (03/05), psikologi menyebutkan beberapa kebiasaan emosional yang ternyata bisa membuat kita tampak lebih tua dibandingkan perawatan kulit.
1. Stres Kronis dan Kekhawatiran Berlebihan
Terus-menerus merasa cemas dan tegang dalam jangka waktu lama sangat membebani sistem tubuh secara keseluruhan. Kondisi stres berkepanjangan ini dapat memicu peradangan serta mempercepat kerusakan sel-sel penting dalam tubuh kita.
2. Memendam Dendam atau Sakit Hati
Enggan memaafkan dan terus menyimpan perasaan negatif terhadap orang lain bisa menjadi beban mental yang sangat berat. Energi terkuras hanya untuk memelihara rasa marah atau kesal yang sejatinya merugikan diri sendiri secara fisik.
3. Pesimisme dan Negativitas Konstan
Memandang segala sesuatu dari sisi buruknya saja menciptakan suasana hati yang suram dan melelahkan mental. Pikiran negatif yang terus berulang dapat memengaruhi ekspresi wajah kita, bahkan membentuk kerutan permanen seiring berjalannya waktu.
4. Menekan Emosi Alih-alih Mengekspresikannya
Tidak membiarkan diri merasakan atau menunjukkan emosi yang valid dapat menciptakan ketegangan internal. Emosi yang terpendam bisa bermanifestasi sebagai stres fisik yang pada akhirnya berdampak buruk pada kesehatan dan penampilan fisik.
5. Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Terus merasa kurang atau iri melihat kehidupan orang lain hanya akan memicu rasa tidak aman serta kecemasan tiada henti. Perasaan inferior ini bisa menggerogoti kepercayaan diri dan memancarkan aura kelelahan atau ketidakbahagiaan yang terlihat jelas.
6. Mekanisme Koping Emosional yang Buruk
Menghadapi kesulitan hidup dengan cara yang tidak sehat seperti menyangkal atau melarikan diri tidak menyelesaikan akar masalah. Kegagalan mengelola emosi sulit secara efektif bisa menyebabkan tekanan mental berulang yang meninggalkan jejak pada fisik.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
